Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jalur Kereta China-Korut Dibuka Lagi, Bisa ke Pyongyang dari Beijing!
Ilustrasi kereta api. (unsplash.com/Ankush Minda)
  • China dan Korea Utara resmi membuka kembali layanan kereta penumpang internasional Beijing–Pyongyang setelah enam tahun ditutup akibat pandemik, dengan jadwal empat kali seminggu.

  • Tiket keberangkatan perdana langsung habis terjual, namun hanya pemegang visa sah seperti pekerja, pelajar, dan pejabat yang diizinkan membeli tiket.

  • Pembukaan jalur ini diharapkan mempererat hubungan sosial-ekonomi kedua negara, meski Korut masih membatasi perbatasan dan menunda beberapa kegiatan wisata seperti Maraton Pyongyang.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - China dan Korea Utara (Korut) resmi menghidupkan kembali layanan kereta api penumpang internasional pada Kamis (12/3/2026). Tindakan tersebut mengakhiri penutupan jalur transportasi selama enam tahun akibat pandemik COVID-19.

"Kereta api antara Beijing dan Pyongyang akan beroperasi empat kali seminggu di kedua arah, yakni pada Senin, Rabu, Kamis, dan Sabtu. Sedangkan, layanan antara kota perbatasan China, Dandong, dan Pyongyang akan beroperasi setiap hari," demikian bunyi pemberitahuan operator kereta api negara, China Railway, pada 10 Maret 2026.

China Railway mengungkapkan bahwa pembukaan kembali layanan kereta tersebut dapat mempromosikan perjalanan, perdagangan, dan kerja sama ekonomi antara China-Korut. Dengan begitu, dapat meningkatkan kesejahteraan dan persahabatan bersama, dilansir Asahi Shimbun.

1. Tiket terjual habis sebelum keberangkatan

Potret stasiun kereta di Pyongyang, Korea Utara. (unsplash.com/Thomas Evans)

China Railway juga mengatakan penumpang internasional diperbolehkan naik di gerbong kereta tertentu pada layanan Beijing-Pyongyang. Namun, seorang agen perjalanan mengatakan bahwa tiket tersebut belum tersedia untuk pebisnis atau turis. Sebab, hanya orang-orang dengan visa yang sah yang dapat membeli tiket.

Dijelaskan, pemegang visa saat ini termasuk warga negara China yang bekerja atau belajar di Korut dan warga Korut yang bekerja, belajar, atau perlu mengunjungi keluarga di luar negeri.

"Tiket untuk kereta pertama yang berangkat pada Kamis telah habis terjual sebelum keberangkatannya," kata kantor penjualan tiket resmi di Beijing.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa mereka yang membeli tiket adalah pengusaha, pejabat pemerintah, dan wartawan.

2. Untuk fasilitasi hubungan antarmasyarakat

Presiden China Xi Jinping (kanan) bertemu dengan Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, di Beijing (4/9/2025). (x.com/SpoxCHN_MaoNing)

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun, mengatakan bahwa mempertahankan layanan kereta penumpang reguler antara kedua negara adalah sangat penting. Ini untuk memfasilitasi pertukaran antar masyarakat.

Pemimpin Korut Kim Jong Un awal pekan ini mengatakan dalam sebuah surat kepada Presiden China Xi Jinping, bahwa ia percaya kerja sama antara kedua negara akan semakin erat dalam perjalanan bersama untuk memajukan tujuan sosialis.

Surat tersebut merupakan respons atas pesan yang dikirim Xi bulan lalu. Saat itu, Xi mengucapkan selamat kepada Kim karena kembali ditunjuk sebagai pemimpin partainya, dilansir BBC.

Wisatawan China menjadi penyumbang terbesar pengunjung asing yang menyambangi Korut, hingga negara tersebut menutup diri pada awal pandemik di tahun 2020. Secara historis, Beijing adalah pendukung terbesar Pyongyang, dan jalur kehidupan penting bagi perekonomiannya, meskipun Korut telah mendekat ke Rusia sejak dimulainya perang Ukraina.

3. Korut masih buka perbatasan secara terbatas

Potret suasana kehidupan di Korea Utara. (unsplash.com/Thomas Evans)

China telah sepenuhnya membuka kembali wilayahnya setelah pandemik, tetapi Korut melakukannya secara perlahan dengan hanya mengizinkan sejumlah kecil wisatawan masuk mulai 2024. Negara tersebut juga telah meluncurkan proyek-proyek baru, seperti resor tepi pantai dalam upaya untuk meningkatkan pariwisata Korut. Meski begitu, inisiatif tersebut sedang menghadapi penangguhan.

The Guardian melaporkan, Korut baru-baru ini telah membatalkan Maraton Pyongyang yang dijadwalkan pada awal bulan depan. Penyelenggara tur, Koryo Tours, mengatakan pihak Korut tidak menyebutkan alasannya.

"Pembatalan itu tidak terduga, tetapi kami memahami keputusan itu telah diambil di tingkat yang lebih tinggi daripada penyelenggara acara itu sendiri," ungkap Koryo Tours.

Untuk diketahui, maraton adalah acara olahraga internasional terbesar di Korut. Program itu menawarkan kesempatan langka bagi pengunjung untuk berlari di jalan-jalan Pyongyang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team