Jakarta, IDN Times - Pembicaraan antara Jepang dan Amerika Serikat (AS) terkait pencegahan tindak kejahatan oleh personel militer AS, kini menyoroti aturan perilaku di luar pangkalan. Langkah ini dilakukan menyusul dugaan pembunuhan seorang perempuan lokal oleh anggota korps marinir AS di Okinawa.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang, Toshimitsu Motegi, menyampaikan dalam rapat komite parlemen pada Selasa (13/10/2026) bahwa konsultasi tingkat tinggi yang dimulai pekan lalu tersebut fokus mencari langkah preventif yang efektif.
"Pembahasan mencakup evaluasi 'kebijakan kebebasan' yang mengatur perilaku prajurit di luar area militer, serta rencana peningkatan patroli gabungan antara militer AS dan kepolisian lokal," kata Motegi, dilansir Kyodo News.
Pada sesi komite yang sama, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan pihak AS berencana untuk meninjau kode etik tersebut secara saksama.
