Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi suasana musim dingin di Shirakawa-go di Prefektur Gifu, Jepang. (pexels.com/Alan Wang)
Ilustrasi suasana musim dingin di Shirakawa-go di Prefektur Gifu, Jepang. (pexels.com/Alan Wang)

Intinya sih...

  • Badai salju lebat di Jepang merenggut korban jiwa dan mengganggu transportasi

  • Pemadaman listrik terjadi di Korsel akibat gelombang dingin ekstrem

  • China menutup sekolah dan siagakan tim pembersih salju karena cuaca dingin ekstrem

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Negara-negara di Asia Timur, seperti Jepang, China, dan Korea Selatan (Korsel) sedang dilanda salju lebat akibat cuaca dingin ekstrem. Fenomena ini berdampak pada kehidupan sehari-hari, mulai pemadaman listrik, gangguan transportasi yang serius, hingga memakan korban jiwa.

Badan Meteorologi Jepang (JMA) telah memperingatkan akan adanya gangguan transportasi akibat lebih banyak hujan salju selama akhir pekan. Dilaporkan, salju lebat terus turun di beberapa wilayah sepanjang pantai Laut Jepang pada Sabtu (24/1/2026).

"Hingga Minggu, massa udara dingin memicu salju lebat di kota Katsuyama dan Ono di Prefektur Fukui. Wargai diimbau waspada terhadap jalanan licin dan ancaman longsor salju," kata JMA, dikutip dari Kyodo News.

Wilayah utara hingga barat yang menghadap Laut Jepang, telah mengalami hujan salju lebat sejak awal pekan ini. Kawasan tersebut termasuk di Kanazawa di Prefektur Ishikawa, destinasi wisata populer, dan Prefektur Niigata, rumah bagi resor ski.

1. Badai salju lebat di Jepang telah merenggut korban jiwa

Central Nippon Expressway Co dan West Nippon Expressway Co mengatakan lalu lintas jalan raya antara Nagoya dan Osaka kemungkinan terganggu. Beberapa ruas jalan antara prefektur Jepang tengah dan barat akan ditutup semalaman sebagai tindakan pencegahan. Langkah ini diambil menyusul curah hujan salju dua kali lipat dari biasanya.

Peringatan cuaca juga mengatakan bahwa salju hingga 80 cm diperkirakan turun di wilayah Hokoriku, Kanto-Koshinetsu, dan Tokai hingga Minggu sore. Insiden fatal juga terjadi di Niigata, di mana seorang pria berusia 76 tahun tewas terjatuh dari atap saat membersihkan salju. Sebuah trem jalur Manyo di Toyama tergelincir, diduga akibat tumpukan salju yang tinggi.

Para pejabat mengatakan masyarakat harus tetap waspada terhadap pemadaman listrik dan salju yang jatuh dari atap rumah. Pengemudi disarankan untuk menghindari perjalanan yang tidak penting di daerah dengan salju lebat, dilansir NHK News.

2. Pemadaman listrik terjadi di Korsel di tengah gelombang dingin ekstrem

Korsel sedang dihantam gelombang dingin ekstrem. Badan Meteorologi Korea melaporkan suhu di ibu kota Seoul anjlok hingga minus 11 derajat celcius. Gelombang dingin diperkirakan akan berlanjut hingga pertengahan minggu.

Badan tersebut mendesak agar masyarakat lebih waspada dan menjaga kesehatan mereka di tengah penurunan suhu yang tajam dan kondisi dingin yang berkepanjangan. Pihaknya juga mengimbau kelompok rentan, lansia dan anak-anak, untuk tetap di dalam rumah.

Di Seoul bagian barat, apartemen di Guro-gu yang dihuni 939 rumah tangga mengalami pemadaman listrik total selama hampir 20 jam. Ini disebabkan karena masalah teknis, yakni air bocor ke instalasi listrik. Akibatnya, warga kedinginan sepanjang malam karena sistem pemanas tidak dapat digunakan. Warga terpaksa mengandalkan penghangat tubuh di bawah selimut untuk tetap hangat.

"Warga yang untuk sementara pindah ke pusat layanan masyarakat dan pusat lansia terdekat, secara bertahap dapat kembali ke rumah setelah listrik pulih," kata Kantor Distrik Guro, dikutip dari Korea Herald.

3. China tutup sekolah dan siagakan tim pembersih salju

Dilansir Global Times, dua gelombang udara dingin akan melanda China mulai Minggu (26/1/2026), yang berdampak terutama di wilayah tengah dan timur. Pusat Meteorologi Nasional (NMC) melaporkan, gelombang pertama (Minggu-Selasa) suhu akan turun 3-6 derajat celcius, bahkan melebihi 8 derajat celcius di beberapa daerah.

Dampak cuaca menyebabkan hujan dan salju yang mulai meluas di China utara dan wilayah Huanghuai. Potensi hujan salju yang lebih lebat diperkirakan terjadi pada paruh kedua minggu depan,

Menurut informasi yang diris oleh Biro Meteorologi Daerah Otonomi Xinjian Uygur pada Minggu, kondisi berawan dan bersalju telah mengurangi jarak pandang di beberapa jalan. Hal ini menimbulkan risiko bagi lalu lintas dan fasilitas pertanian. Pihaknya menyerukan peningkatan kewaspadaan di sebagian wilayah Xinjiang utara.

Pekan lalu, sekolah-sekolah ditutup dan tim pembersihan salju disiagakan karena prakiraan hujan salju lebat dan cuaca beku. Di Provinsi Jiangsu, otoritas pendidikan di kota Xuzhou menangguhkan kegiatan belajar mengajar dari bangku taman kanak-kanak hingga SMA, Xinhua melaporkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team