Jakarta, IDN Times- Pemimpin gerakan Ansar Allah (Houthi) di Yaman, Abdul-Malik al-Houthi, menyatakan pada Kamis (5/3/2026) bahwa kelompoknya berdiri bersama Iran dalam konflik yang sedang berlangsung. Houthi menegaskan kesiapan pasukannya untuk mengambil tindakan militer jika perkembangan situasi di Timur Tengah mendesak kelompok tersebut untuk turun tangan.
Ketegangan di kawasan semakin memuncak akibat eskalasi perang antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran. Meskipun Houthi sempat menyepakati gencatan senjata dengan Washington pada Juli 2025, konfrontasi terbaru ini kembali membuka peluang bagi kelompok tersebut untuk mengangkat senjata.
