Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kemlu: 32 WNI yang Dievakuasi dari Iran kini Sudah di Azerbaijan

Kemlu: 32 WNI yang Dievakuasi dari Iran kini Sudah di Azerbaijan
Ilustrasi pemulangan WNI ke Tanah Air. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Intinya Sih
  • Kemlu RI memastikan 32 WNI gelombang pertama berhasil dievakuasi dari Iran ke Baku, Azerbaijan melalui jalur darat dan kini menunggu penerbangan komersial menuju Indonesia.
  • Total ada 329 WNI yang terdata di Iran, mayoritas pelajar di Kota Qom, sementara pemerintah terus memperbarui data serta memantau kondisi mereka secara intensif.
  • Kemlu mencatat sekitar 519 ribu WNI tersebar di Timur Tengah dan telah membentuk tim respons krisis untuk memperkuat koordinasi perlindungan warga di kawasan tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI meyatakan, gelombang pertama WNI yang dievakuasi dari Iran sudah tiba di Azerbaijan. Total ada 32 WNI yang berhasil menyeberang lewat jalur darat dari Iran ke ibu kota Baku.

Pelaksana tugas Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah mengatakan, puluhan WNI itu sedang menunggu penerbangan komersial ke Tanah Air.

"Untuk evakuasi WNI di Iran dilakukan secara bertahap, di mana di batch pertama ini diikuti oleh 32 WNI," ujar Heni kepada IDN Times melalui pesan pendek pada Sabtu (7/3/2026).

"Hari ini para evacuee sudah berada di Baku, Azerbaijan dan tengah menunggu penerbangan ke Tanah Air," imbuhnya.

Keputusan untuk melakukan evakuasi terhadap WNI di Iran disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono pada Selasa (3/3). Ketika itu ia menyebut proses evakuasi dilakukan lewat jalur darat dari Iran lantaran jalur udara masih ditutup. Sementara, proses evakuasi sudah dimulai pada Jumat kemarin dan menempuh perjalanan selama 10 jam menuju ke Azerbaijan.

Para WNI itu akhirnya bersedia dievakuasi usai situasi di Timur Tengah memanas sejak Sabtu (28/2). Militer Israel dan Amerika Serikat (AS) melakukan serangan ke Tehran.

1. WNI yang berada di Azerbaijan akan dipulangkan dengan pesawat ke RI

Kemlu: 32 WNI yang Dievakuasi dari Iran kini Sudah di Azerbaijan
ilustrasi pesawat (pexels.com/ Pixabay)

Lebih lanjut Heni mengatakan, puluhan WNI gelombang pertama dipulangkan dari Azerbaijan menggunakan pesawat menuju ke Indonesia. Ia mengatakan pesawat yang digunakan merupakan pesawat komersial.

"Dari Azerbaijan masih ada pesawat komersial," katanya.

Diperkirakan gelombang pertama WNI yang dipulangkan dari Iran tiba pada Minggu hingga Senin esok.

2. Ada 329 WNI yang terdata bermukim di Iran

Kemlu: 32 WNI yang Dievakuasi dari Iran kini Sudah di Azerbaijan
Plt Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI Heni Hamidah. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Sebelumnya Heni pernah menyampaikan sejauh ini di Iran ada 329 WNI. Mayoritas tinggal di Kota Qom dan berstatus pelajar atau mahasiswa. Tetapi, angka itu akan terus diperbarui.

"Terkait dengan WNI di Iran, seperti yang sudah sering disampaikan, ada 329 orang yang sebagian besar berada di Kota Qom. Sebagian besar merupakan pelajar atau mahasiswa yang sedang belajar di sana," ujar Heni ketika memberikan keterangan pers di kantor Kemlu, Jumat (6/3).

Ia menegaskan, data tersebut terus diperbarui karena pemerintah juga memantau WNI yang tidak hanya menetap, tetapi juga yang sedang berkunjung ke Iran untuk berbagai keperluan.

Ia turut menjelaskan WNI di Iran dievakuasi lebih dulu karena statusnya yang sudah memasuki siaga I. Pertimbangan dari KBRI setempat pun turut menjadi masukan terkait kebijakan evakuasi WNI.

"KBRI Teheran akan terus memberikan outreach kepada para WNI yang masih berada di wilayah Iran, baik WNI yang menetap maupun yang kebetulan sedang berada di sana saat ini," tutur dia.

3. Hampir 520 ribu WNI yang tersebar bermukim di Timur Tengah

Kemlu: 32 WNI yang Dievakuasi dari Iran kini Sudah di Azerbaijan
ilustrasi hotel Dubai (pexels.com/Lina Kivaka)

Sementara itu, berdasarkan data yang dimiliki oleh Kemlu, sejauh ini ada 519.042 yang tersebar di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Mayoritas WNI di Iran berstatus pelajar.

"Di Iran mayoritas pelajar, tetapi di negara-negara Timur Tengah lainnya mungkin akan terlihat lebih banyak pekerja migran Indonesia," ujar Heni.

Sejak awal meningkatnya eskalasi keamanan di kawasan, kata dia, Kemlu telah berkomunikasi intensif dengan seluruh perwakilan RI di Timur Tengah untuk memastikan langkah perlindungan WNI dapat dilakukan secara cepat dan tepat. Kemlu juga membentuk tim respons krisis serta meningkatkan koordinasi harian antara kantor pusat dan perwakilan RI di negara terdampak guna memantau kondisi keamanan, keberadaan, serta situasi WNI di lapangan.

"Kami juga terus memantau operasional bandara internasional di wilayah terdampak serta penerbangan yang tersedia setiap hari untuk mengantisipasi kemungkinan WNI yang stranded akibat gangguan penerbangan," kata Heni.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in News

See More