ilustrasi anak kecil bermain dengan teman, bendera Amerika Serikat (pexels.com/RDNE Stock project)
Persilangan pada 2029 sebenarnya baru menjadi awal dari perubahan yang lebih besar. Pada 2030, jumlah lansia diproyeksikan mencapai 71,2 juta orang, sedangkan anak-anak berada di sekitar 69,1 juta orang. Artinya, hanya dalam satu tahun setelah titik persilangan, selisihnya sudah lebih dari 2 juta orang. Setelah itu, jaraknya diproyeksikan terus melebar.
Pada 2040, AS diperkirakan memiliki 78,3 juta penduduk berusia 65 tahun ke atas dibandingkan 67,8 juta anak-anak. Bahkan pada 2060, jumlah lansia diproyeksikan mencapai 88,8 juta, sedangkan anak-anak hanya sekitar 64,3 juta. Menariknya, skenario migrasi yang berbeda tetap memperkirakan persilangan ini terjadi sekitar 2028-2030. Jadi, migrasi memang bisa memperlambat perubahan tersebut, tapi berdasarkan proyeksi yang digunakan, tampaknya gak cukup untuk menghentikannya.
Jumlah lansia AS yang diproyeksikan melampaui anak-anak pada 2029 menunjukkan bahwa negara tersebut sedang memasuki fase demografi yang berbeda. Kalau pada 2000 anak-anak masih berjumlah lebih dari dua kali lipat lansia, kini jaraknya sudah hampir hilang.
Dalam beberapa dekade berikutnya, jumlah lansia bahkan diperkirakan terus meningkat ketika populasi anak-anak cenderung menurun. Perubahan ini pada akhirnya bisa memengaruhi kebutuhan tenaga kerja, layanan kesehatan, kebijakan publik, dan berbagai aspek kehidupan masyarakat AS.