Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Populasi Lansia Jepang Capai Rekor 29,6 Persen, Tertinggi di Dunia

3 min read
Populasi Lansia Jepang Capai Rekor 29,6 Persen, Tertinggi di Dunia
Ilustrasi lansia. (unsplash.com/Jaddy Liu)
  • Populasi Jepang berusia 65 tahun ke atas mencapai 36,24 juta jiwa atau 29,6 persen, tertinggi di antara 39 negara berpenduduk lebih dari 40 juta.
  • Jumlah warga berusia 100 tahun ke atas menembus 107.677 orang, sementara pemerintah meminta 33,7 triliun yen untuk pensiun, kesehatan, dan perawatan lansia.
  • Lansia yang bekerja mencapai rekor 9,43 juta orang; penurunan kelahiran dan kebutuhan 2,4 juta tenaga kesehatan meningkatkan ketergantungan Jepang pada pekerja asing.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Jepang pada Minggu (20/9/2026) umumkan bahwa populasi penduduk berusia 65 tahun ke atas telah mencapai rekor tertinggi baru. Jumlah tersebut sebesar 29,6 persen dari total keseluruhan penduduk, atau setara dengan 36,24 juta jiwa.

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi yang dirilis menjelang peringatan Hari Penghormatan Lansia pada Senin (21/9/2026), proporsi ini menempatkan Jepang di peringkat pertama dunia di antara 39 negara berpenduduk di atas 40 juta jiwa. Dari total 36,24 juta lansia tersebut, terdapat 15,71 juta laki-laki dan 20,54 juta perempuan. Angka ini mencatatkan peningkatan sebanyak 20 ribu jiwa dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dilansir NHK News.

  1. 1. Populasi menua, anggaran perawatan lansia membengkak

    ilustrasi lansia
    ilustrasi lansia (unsplash.com/zhang kaiyv)

    Proporsi penduduk lansia Jepang jauh melampaui negara-negara besar lainnya di dunia. Jepang diikuti oleh Italia dengan 25,6 persen, Jerman dengan 24,2 persen, serta Prancis di angka 22,9 persen dari total populasi masing-masing negara.

    Selain itu, kelompok penduduk yang berusia 75 tahun ke atas kini telah mencapai 17,7 persen dari keseluruhan populasi Jepang. Angka ini juga menjadi proporsi tertinggi di antara sembilan negara besar lainnya di dunia.

    Pada 15 September, kementerian juga merilis jumlah warga Jepang berusia 100 tahun ke atas yang mencapai 107.677 orang per 1 September 2026 untuk pertama kalinya. Angka itu naik 7.914 orang dibandingkan tahun sebelumnya dan mencatat rekor tertinggi selama 56 tahun berturut-turut.

    Dikutip dari The Straits Times, untuk memenuhi kebutuhan populasi yang menua, Kementerian Kesehatan meminta sekitar 33,7 triliun yen (Rp 3,82 kuadriliun) untuk pensiun, layanan kesehatan, dan perawatan lansia dalam anggaran tahun fiskal berikutnya. Jumlah tersebut hampir seperempat dari total permintaan sebesar 143 triliun yen (Rp16,2 kuadriliun) dari berbagai kementerian.

  2. 2. Lansia yang masih aktif bekerja mencapai 9,43 juta orang

    Ilustrasi lansia. (pexels.com/Patrick Jadulco Tillada)
    Ilustrasi lansia. (pexels.com/Patrick Jadulco Tillada)

    Di tengah krisis populasi, survei kementerian mencatat jumlah lansia yang tetap aktif bekerja telah mencapai rekor 9,43 juta orang. Tingkat partisipasi kerja di kalangan usia 65 tahun ke atas kini menyentuh angka 26 persen.

    Pemerintah memperkirakan jumlah pekerja lansia akan terus meningkat seiring dengan sektor industri yang menghadapi kekurangan tenaga kerja. Tren ini dipicu oleh laju kelahiran yang rendah dan penyusutan populasi usia produktif nasional.

    Institut Nasional Penelitian Kependudukan dan Jaminan Sosial memproyeksikan penduduk lansia Jepang akan terus melonjak hingga mencapai 36,3 persen dari total populasi, atau sekitar 39,45 juta jiwa pada 2045 mendatang. Hal ini seiring dengan bertambahnya usia generasi baby boom kedua (lahir pada 1971-1974) yang memasuki kategori tersebut, Kyodo News melaporkan.

  3. 3. Kebutuhan Jepang terhadap tenaga kerja asing yang meningkat

    Potret Shibuya Crossing di Tokyo, Jepang.
    Potret Shibuya Crossing di Tokyo, Jepang. (pixabay/uniquedesign52)

    Meningkatnya jumlah lansia juga menyoroti tekanan fiskal yang ditimbulkan oleh populasi Jepang yang menua dengan cepat. Diperkirakan, satu dari tiga penduduk atau sekitar 40 juta orang kini menerima pensiun publik.

    Tekanan tersebut semakin besar karena jumlah kelahiran terus menurun. Pada 2025, angka kelahiran Jepang turun untuk tahun ke-10 berturut-turut ke level terendah sejak pencatatan dimulai pada 1947. Sekitar 671 ribu bayi lahir pada tahun lalu, berbanding dengan sekitar 1,59 juta kematian.

    Jepang diperkirakan akan membutuhkan sekitar 2,4 juta tenaga kesehatan, guna memenuhi kebutuhan perawatan lansia pada 2026. Angka tersebut naik dari 2,1 juta pada 2024, sehingga Jepang semakin mengandalkan tenaga kerja asing.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More