Jakarta, IDN Times - Diplomasi Indonesia tak hanya soal politik atau ekonomi. Saat ini, Indonesia tengah gencar mempromosikan makanan khas Nusantara ke berbagai belahan dunia.
Kementerian Luar Negeri RI kini memiliki sebuah jurus untuk memperkenalkan keragaman makanan Nusantara, yang merupakan aset dari soft power diplomacy.
Direktur Diplomasi Publik Kemlu RI, Ani Nigeriawati menuturkan bahwa gastrodiplomasi (diplomasi lewat makanan) ini sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari diplomasi publik Indonesia.
“Awalnya memang dari Kemenkomarves yang mencoba untuk merancang sebuah strategi dengan tujuan untuk membuat makanan Indonesia go global. Menginternasional-kan makanan Indonesia. Lalu ada target juga untuk membangun perluasan dari jumlah restoran Indonesia di luar negeri dengan target 4 ribu restoran,” kata Ani, kepada IDN Times, akhir Agustus 2024 lalu.
Selain itu, diupayakan juga penetrasi produk-produk ekspor Indonesia, makanan, serta rempah-rempah Indonesia untuk bisa lebih mendunia lagi, masuk ke pasar-pasar internasional. Ani pun mengakui bahwa makanan Indonesia selalu dibanding-bandingkan dengan beberapa negara lain di kawasan yakni Thailand dan Vietnam.
“Tapi keberagaman makanan Indonesia ini jadi tantangan sendiri. Bagaimana kita bisa membangun sebuah standarisasi. Contoh kalau Tom Yum ya Tom Yum aja. Kalau di Indonesia, soto itu ada macam-macam, ada soto betawi, soto lamongan, soto padang, dan lain-lain,” ungkap Ani.
