Berdasarkan laporan Iranian Labour News Agency (ILNA), Senin (13/7/2026), kebijakan ini dilakukan karena sebagian besar anggaran yang dimiliki Iran sudah digelontorkan untuk membiayai perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Perang yang sudah meletus sejak 28 Februari itu sudah membuat anggaran Iran terkuras habis.
Demi Biaya Perang, Iran Setop Bansos untuk Warga Disabilitas

- Pemerintah Iran menghentikan penyaluran bansos bagi warga disabilitas karena anggaran negara dialihkan untuk membiayai perang melawan Amerika Serikat dan Israel sejak Februari 2026.
- Perang, penutupan Selat Hormuz, serta pemblokiran internet membuat ekonomi Iran makin terpuruk; ekspor minyak anjlok dan banyak perusahaan teknologi gulung tikar akibat tidak bisa beroperasi.
- Warga Iran mengeluhkan lonjakan harga kebutuhan pokok seperti diapers yang hampir dua kali lipat, sementara ketegangan militer antara Teheran dan Washington terus meningkat dengan serangan balasan beruntun.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran pada Juni lalu dikabarkan telah menghentikan dan menangguhkan penyaluran dana bantuan sosial (bansos) untuk warga disabilitas yang ada di negaranya. Bansos ini terdiri dari bantuan biaya hidup, biaya medis, dan biaya perawatan rumah sakit.
1. Perang dengan AS-Israel membuat kondisi ekonomi Iran memburuk

Perang dengan AS dan Israel telah membuat kondisi perekonomian Iran memburuk. Bahkan, lebih parah dari 2025. Sebelum terlibat perang dengan AS dan Israel, kondisi ekonomi Iran sebetulnya memang sudah babak belur. Hal inilah yang membuat warga Iran ramai-ramai melakukan protes di sejumlah kota besar pada Desember 2025 dan Januari 2026 lalu.
Buruknya kondisi ekonomi ini membuat harga barang pokok di Iran jadi naik sehingga inflasi pun ikut meningkat. Sayangnya, di tengah kacaunya kondisi ekonomi ini, Iran malah terjebak perang dengan AS dan Israel. Hal ini membuat kondisi ekonomi Iran kian tercekik. Padahal, Iran sedang membutuhkan banyak dana untuk memulihkan kondisi ekonominya sendiri.
2. Penutupan Selat Hormuz dan pemblokiran internet juga memperburuk kondisi ekonomi

Selain perang dengan AS dan Israel, penutupan Selat Hormuz dan pemblokiran jaringan internet beberapa bulan yang lalu juga ikut memperburuk kondisi ekonomi Iran. Penutupan Selat Hormuz membuat Iran tidak bisa mengekspor minyaknya ke pasar global sehingga pendapatan negara di sektor perminyakan anjlok. Sementara itu, pemblokiran jaringan internet membuat perusahaan teknologi di Iran banyak yang gulung tikar karena tidak bisa beroperasi. Imbasnya, banyak karyawan yang akhirnya terpaksa dirumahkan.
Iran sendiri memblokir akses internet di negaranya pada 8 Januari. Kala itu, kebijakan ini dilakukan untuk meredam protes anti-pemerintah, terutama yang dilakukan secara daring di media sosial. Sebab, kala itu, warga Iran sedang gencar melakukan aksi protes dan demonstrasi besar-besaran terhadap pemerintah karena krisis ekonomi yang sedang terjadi. Namun, Pemerintah Iran pada Mei lalu sudah membuka kembali akses internet di negaranya.
3. Warga Iran mengeluhkan buruknya kondisi ekonomi di negaranya

Seorang ibu di Iran menceritakan betapa buruknya kondisi ekonomi di negaranya usai terlibat perang dengan AS dan Israel. Ibu tersebut mengatakan, sebelum berperang, harga diapers yang selalu ia beli untuk bayinya hanya sekitar 410.000 tomans. Namun, saat perang terjadi, harga diapers meroket jadi sekitar 910.000 tomans. Kondisi ini membuat ibu tadi frustrasi dan ingin perang segera berakhir.
Sayangnya, tensi antara Iran dan AS kini kembali memanas. Sebab, Teheran dan Washington kembali terlibat aksi saling serang sejak pekan lalu. Serangan perdana dilakukan oleh AS pada Sabtu (11/7/2026). Kala itu, serangan dilakukan karena Iran memutuskan untuk kembali menutup Selat Hormuz. Iran pun langsung membalas dengan menyerang markas militer AS di Yordania, Bahrain, dan Kuwait.
Serangan terakhir AS ke Iran terjadi pada Senin malam kemarin. Dilansir The Guardian, itu merupakan serangan ketiga Washington ke Teheran sejak keduanya kembali terlibat bentrokan pada pekan lalu.





















