Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jusuf Kalla Kecam Penutupan Masjid Al-Aqsa, Desak Dibuka Kembali
ilustrasi Masjid Al Aqsa Dome of The Rock di Baitul Maqdis Jerusalem, Palestina (unsplash.com/nour tayeh)
  • Jusuf Kalla mengecam penutupan Masjid Al-Aqsa oleh otoritas Israel dan mendesak agar tempat suci itu segera dibuka kembali, terutama di bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri.
  • JK menilai tindakan Israel melanggar kesepakatan internasional karena pengelolaan Masjid Al-Aqsa seharusnya berada di bawah otoritas Yordania, serta bertentangan dengan prinsip kemanusiaan.
  • Dewan Masjid Indonesia bersama masyarakat Indonesia menyerukan dunia internasional untuk bersuara dan menuntut pemulihan akses ibadah umat Islam di Masjid Al-Aqsa secara aman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla, turut menyuarakan kecaman atas penutupan Masjid Al-Aqsa oleh otoritas Israel. Jusuf Kalla mendesak agar masjid yang terletak di Yerusalem, Palestina itu dapat kembali dibuka.

Jusuf Kalla menyampaikan keprihatinan mendalam atas kebijakan yang dinilai melukai perasaan umat muslim tersebut. Terlebih, penutupan itu dilakukan saat bulan Ramadan.

1. Hentikan blokade di bulan Ramadan

Masjid Al-Aqsa biasanya dipadati ratusan ribu umat muslim untuk beribadah, namun kini terhalang oleh barikade keamanan Israel. Masjid tersebut juga terancam tidak dapat digunakan masyarakat setempat untuk merayakan Idul Fitri, yang tinggal menghitung hari.

"Penutupan ini sangat kami sesalkan. Kami menuntut agar Masjid Al-Aqsa dibuka kembali, terlebih dalam momentum Ramadan dan Idulfitri," tegas mantan Wakil Presiden RI tersebut.

2. Tindakan Israel langgar kesepakatan internasional

Pria yang akrab disapa JK itu juga menyoroti arogansi Israel yang bertindak di luar batas kewenangannya. Berdasarkan kesepakatan internasional yang berlaku, pengelolaan penuh Masjid Al-Aqsa sejatinya berada di bawah otoritas negara Yordania.

Oleh karena itu, Israel yang menutup akses masjid dianggap melanggar kesepakatan internasional. Langkah militeristik Israel ini juga dinilai bertentangan dengan prinsip kebersamaan dan kemanusiaan.

3. DMI ajak dunia bersuara

DMI bersama jutaan masyarakat Indonesia mengutuk keras insiden ini dan menuntut pemulihan situasi secepat mungkin. DMI dan JK berharap Masjid Al-Aqsa dapat segera digunakan kembali oleh umat Islam untuk menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman tanpa bayang-bayang moncong senjata aparat keamanan Israel.

"Pernyataan ini disampaikan di tengah meningkatnya perhatian dunia internasional terhadap situasi di kawasan tersebut, khususnya terkait akses ibadah di salah satu situs suci umat Islam tersebut," bunyi pernyataan DMI.

Editorial Team