Pasukan Israel Bunuh Empat Anggota Keluarga Palestina di Tepi Barat

- Pasukan Israel menembak mati pasangan suami istri Palestina dan dua anak mereka di Tammun, Tepi Barat; militer mengklaim mobil korban melaju ke arah tentara dan insiden sedang diselidiki.
- Kementerian Luar Negeri Palestina mengecam keras pembunuhan itu sebagai bagian dari agresi sistematis Israel, sementara kekerasan pemukim meningkat sejak perang AS-Israel terhadap Iran dimulai.
- Di Gaza tengah, serangan udara Israel menewaskan empat warga sipil termasuk ibu hamil; meski ada gencatan senjata, serangan terus berlanjut dengan ribuan korban jiwa tercatat sejak 2023.
Jakarta, IDN Times - Pasukan Israel membunuh pasangan suami istri Palestina dan dua anak mereka di Tepi Barat yang diduduki pada Minggu (15/3/2026). Militer Israel mengatakan sedang meninjau insiden tersebut.
Kementerian Kesehatan Palestina di Ramallah mengatakan, Ali Khaled Bani Odeh, 37 tahun, istrinya Waad, 35 tahun, dan dua anak mereka Mohammad dan Othman, yang masing-masing berusia 5 dan 7 tahun, ditembak di bagian kepala saat berkendara dengan mobil mereka di kota Tammum. Dua anak mereka yang lain mengalami luka-luka akibat terkena pecahan peluru.
“Kami ditembaki secara langsung; kami tidak tahu dari mana asalnya. Semua orang di dalam mobil itu gugur, kecuali saya dan saudara laki-laki saya, Mustafa,” kata Khaled, salah satu anak yang selamat, dikutip dari Al Jazeera.
Bocah berusia 12 tahun itu menambahkan bahwa para tentara kemudian menariknya keluar dari mobil dan memukulinya. Mereka juga berteriak “Kami telah membunuh anjing-anjing.”
1. Militer Israel klaim mobil yang dikendarai korban melaju kencang ke arah tentara

Kementerian Luar Negeri Palestina mengutuk keras pembunuhan tersebut. Dalam pernyataannya di X, kementerian mengatakan peristiwa itu bukanlah insiden yang terisolasi, melainkan bagian dari agresi Israel yang komprehensif dan sistematis terhadap warga Palestina.
Dilansir BBC, militer Israel mengatakan bahwa pasukannya sedang melakukan operasi di Tammun untuk memburu orang-orang yang dituduh terlibat dalam aktivitas teroris. Mereka mengklaim bahwa mobil yang ditumpangi para korban melaju cepat ke arah tentara, yang kemudian meresponsnya dengan tembakan karena merasa terancam.
"Akibatnya, empat warga Palestina yang berada di dalam kendaraan tersebut tewas," kata militer, seraya menambahkan bahwa insiden itu sedang dalam peninjauan.
2. Serangan pemukim Israel di Tepi Barat meningkat sejak perang Iran

Seorang warga Palestina lainnya juga tewas dalam serangan yang dilakukan pemukim Israel di Tepi barat yang diduduki pada Sabtu (14/3/2026) malam. Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, para pemukim Israel telah membunuh sedikitnya lima warga Palestina di Tepi Barat sejak perang Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari.
Kelompok hak asasi manusia dan tenaga medis mengatakan, pemukim Israel di Tepi Barat memanfaatkan pembatasan pergerakan yang diberlakukan selama perang AS-Israel terhadap Iran untuk menyerang warga Palestina. Pos-pos pemeriksaan militer juga menghalangi ambulans mencapai korban dengan cepat.
Kekerasan yang dilakukan tentara dan pemukim Israel di Tepi Barat sebenarnya telah meningkat tajam sejak serangan Hamas di Israel pada 7 Oktober 2023, yang memicu perang di Gaza. Menurut kantor urusan kemanusiaan PBB (OCHA), sedikitnya 1.064 warga Palestina, termasuk 231 anak-anak, telah tewas akibat serangan di Tepi Barat sejak 7 Oktober 2023 hingga 8 Maret 2026.
3. 4 orang tewas akibat serangan Israel di Gaza tengah

Sementara itu, di Gaza, serangan Israel kembali meningkat setelah sempat menurun pada awal-awal perang dengan Iran. Pada Minggu, serangan udara Israel di wilayah barat Nuseirat, Gaza tengah, menewaskan seorang pria dan istrinya yang sedang hamil serta putra mereka yang berusia 10 tahun. Tetangga mereka, seorang remaja laki-laki berusia 15 tahun, juga turut menjadi korban, dilansir DW.
Terlepas dari gencatan senjata yang berlaku pada Oktober 2025, Israel terus melancarkan serangan di Gaza, termasuk di luar zona yang dikendalikan pasukan Israel. Menurut data Palestina, serangan tersebut telah menewaskan sekitar 660 orang dan melukai lebih dari 1.700 lainnya sejak dimulainya gencatan senjata. Secara keseluruhan, korban tewas akibat serangan Israel di wilayah tersebut telah mencapai lebih dari 72.200 ribu orang sejak 7 Oktober 2023.


















