ilustrasi Kongo (pixnio.com/Ken Wiegand, USAID)
Wilayah penyebaran kini mencapai zona kesehatan Rimba, yang menjadi daerah ke-17 di Ituri dan ke-25 secara nasional. Meluasnya wabah ke wilayah Rimba mengindikasikan bahwa virus sedang menyebar aktif di tengah masyarakat.
Institut Nasional Kesehatan Masyarakat Kongo mencatat 363 kasus positif Ebola dengan 62 pasien meninggal dunia akibat varian Bundibugyo. Pada 2 Juni, pemerintah juga mengumumkan tambahan 19 kasus positif baru.
"Penularan wabah ini bergerak sangat cepat, tetapi di bawah arahan Pemerintah Kongo, kami terus berupaya mengendalikan penyebarannya," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus.
Sementara itu, organisasi medis MSF menilai langkah penanganan di lapangan masih tertinggal dibandingkan dengan kecepatan penyebaran virus.
"Belum pernah ada wabah Ebola yang jumlah kasusnya melonjak secepat ini sejak pertama kali diumumkan," kata Wakil Direktur Operasi MSF, Dr. Alan Gonzalez.
Menanggapi situasi ini, Pemerintah Kongo menegaskan bahwa pengalaman masa lalu menjadi modal penting bagi para tenaga medis.
"Kami punya pengalaman menangani wabah penyakit. Kami berhasil mengatasi Ebola tahun lalu. Percayalah kepada kami, kami tahu langkah apa yang harus diambil," kata Menteri Kesehatan Kongo, Samuel Roger Kamba.