Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kebakaran Hutan Landa Prancis, Ribuan Warga Dievakuasi
ilustrasi kebakaran hutan (unsplash.com/Malachi Brooks)

Jakarta, IDN Times - Lebih dari 20 ribu orang, termasuk wisatawan, telah dievakuasi akibat kebakaran hutan dahsyat yang terus meluas di pesisir Atlantik, wilayah barat daya Prancis. Peristiwa ini terjadi di tengah gelombang panas ekstrem dan kekeringan yang melanda berbagai wilayah Eropa.

Dilansir The Guardian, kebakaran bermula di kawasan hutan pinus dekat desa Saumos, sekitar 40 km di sebelah barat Bordeaux dan tepat di utara Teluk Arcachon, salah satu destinasi wisata populer. Petugas pemadam kebakaran, pada Kamis (23/7/2026), mengatakan bahwa api telah menghanguskan sekitar 2.400 hektare lahan dalam waktu kurang dari 24 jam.

Prefektur Gironde mengatakan bahwa situasi masih belum membaik meskipun sekitar 700 petugas pemadam kebakaran dan empat pesawat pengebom air telah dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api. Sejauh ini, belum ada korban maupun kerusakan rumah yang dilaporkan.

1. Warga tinggalkan rumah dengan tergesa-gesa

ilustrasi kebakaran (unsplash.com/Ricardo Gomez Angel)

Dilansir BBC, Yassmina de Freitas, yang tinggal di kota pesisir Le Porge, menceritakan bahwa dirinya melihat kepulan asap dan mencium bau sesuatu yang terbakar pada Rabu (22/7/2026) siang.

"Menjelang sore, abu dan potongan kulit pohon yang setengah terbakar mulai berjatuhan. Langit tampak sangat gelap dan asap semakin lama semakin tebal," ujarnya.

Sekitar pukul 20.00 waktu setempat, Yassmina dan keluarganya dievakuasi oleh aparat keamanan dan dibawa ke sebuah gedung olahraga di kota tetangga. Proses evakuasi berlangsung tergesa-gesa hingga mereka terpaksa meninggalkan dua ekor kucing dan empat ekor ayam peliharaan mereka lantaran tidak dapat menemukan hewan-hewan tersebut.

Sementara itu, Elizabeth Carron, seorang wisatawan yang berkemah, mengatakan bahwa ia sedang makan malam ketika melihat kobaran api.

"Langit berubah menjadi merah. Hitam dan merah. Lalu, perlahan-lahan, kami mulai mencium baunya. Ada abu di atas mobil, di karavan, dan di tenda kecil cucu-cucu saya. Kemudian, dua jam berselang, kami diminta untuk pergi," tuturnya, dikutip dari The Straits Times.

2. Polisi selidiki penyebab kebakaran

ilustrasi mobil polisi (unsplash.com/Michael Förtsch)

Sementara itu, di wilayah Var, Prancis tenggara, warga yang sebelumnya dievakuasi telah diizinkan kembali ke rumah mereka pada Kamis pagi untuk memeriksa kerusakan pada properti masing-masing. Namun, pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di kawasan tersebut karena masih ada risiko kebakaran kembali berkobar seiring meningkatnya kecepatan angin.

Polisi telah meluncurkan penyelidikan mengenai penyebab kebakaran hutan tersebut. Wali Kota Le Porge, Martial Zaninetti, sebelumnya mengatakan bahwa kebakaran diduga dipicu oleh mesin yang sedang digunakan untuk membersihkan semak belukar.

3. Kebakaran hutan juga terjadi di Spanyol dan Italia

ilustrasi termometer yang menunjukkan suhu panas (unsplash.com/Immo Wegmann)

Kebakaran hutan juga terjadi di Spanyol dan Italia dalam beberapa hari terakhir. Seorang petugas pemadam kebakaran berusia 59 tahun meninggal dunia setelah jatuh sakit saat memadamkan api di pulau Sisilia, Italia.

Gelombang panas telah melanda sejumlah negara di Eropa dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan laporan yang dirilis Copernicus Climate Change Service pada April 2026, sekitar 95 persen wilayah Eropa mengalami suhu tahunan di atas rata-rata sepanjang 2025, dengan Eropa menjadi benua dengan laju pemanasan tercepat di dunia.

Laporan itu juga mencatat bahwa luas area yang terbakar akibat kebakaran hutan serta emisi yang dihasilkan mencapai rekor tertinggi sepanjang 2025.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article