Jakarta, IDN Times - Kelompok hak asasi manusia melaporkan sedikitnya 104 tahanan politik di Venezuela telah dibebaskan pada Minggu (25/1/2026). Hal ini terjadi di tengah tekanan Amerika Serikat (AS) menyusul penculikan dan pencopotan mantan pemimpin sayap kiri, Nicolas Maduro, oleh pasukan AS bulan ini.
Sebagian besar tahanan yang dibebaskan adalah para penentang Maduro, yang ditahan selama protes terhadap kemenangannya dalam pemilu 2024, yang secara luas dianggap curang.
"Kami telah mengidentifikasi 104 pembebasan tahanan politik di Venezuela hari ini. Kami terus memverifikasi pembebasan lainnya dari penjara. Akan sangat ideal jika pemerintah menerbitkan daftar orang‑orang yang dibebaskan,” tulis direktur LSM Foro Penal, Alfredo Romero, dalam unggahan di X.
