Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Venezuela Tuduh Serangan AS untuk Tes Senjata Sonik

ilustrasi bendera Venezuela (unsplash.com/pikadzu)
ilustrasi bendera Venezuela (unsplash.com/pikadzu)
Intinya sih...
  • 47 tentara Venezuela tewas akibat serangan AS, menunjukkan ketidakseimbangan teknologi persenjataan antara kedua negara.
  • Saksi mata melihat AS menggunakan senjata sonik di Venezuela, dengan hanya 20 tentara AS yang selamat dari serangan tersebut.
  • Venezuela membebaskan menantu pemimpin oposisi sebagai bagian dari upaya stabilitas ekonomi dan membangun relasi dengan AS.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino Lopez mengungkapkan bahwa serangan Amerika Serikat (AS) di negaranya berfungsi untuk uji coba senjata sonik. Ia menyebut bahwa Venezuela adalah korban dari AS. 

“Venezuela adalah korban dari pemboman sistematis senjata mutakhir. Operasi ini mengandalkan kecerdasan buatan dan senjata yang belum pernah digunakan sebelumnya,” tuturnya, dikutip dari The Latin Times, Sabtu (24/1/2026). 

Pernyataan ini disampaikan menyusul keberhasilan AS untuk menangkap mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro pada awal Januari. Serangan tersebut diketahui sudah menewaskan 32 tentara Kuba. 

1. Sebut terdapat 47 tentara Venezuela yang tewas

Padrino Lopez mengungkapkan bahwa serangan AS tersebut menyebabkan 47 tentara Venezuela tewas. Ia menyebut bahwa serangan ini menunjukkan adanya ketidakseimbangan teknologi persenjataan antara kedua negara. 

Pemerintah setempat akan mendukung keluarga tentara yang tewas dan berencana membangun monumen. Setelah ini, militer Venezuela akan dievaluasi kembali dan direstrukturisasi menyusul operasi AS. 

2. Saksi mata melihat AS menggunakan senjata sonik di Venezuela

Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt membagikan informasi dari saksi mata seorang penjaga di Venezuela yang menyebut, AS menggunakan senjata sonik. Ia mengakui bahwa tidak pernah melihat senjata secanggih itu. 

“Kami sedang bertugas dan tiba-tiba sistem radar kami mati tanpa kejelasan dan melihat sejumlah drone. Jumlah kami ada ratusan, tapi kami tidak punya kesempatan untuk menembak dan mereka menembak dengan presisi tinggi. Kemudian mereka meluncurkan sesuatu, seperti gelombang suara dan kemudian kami tidak dapat bergerak dan berdiri,” terangnya, dilansir Fox News.

Saksi mata itu menyebut hanya terdapat 20 tentara AS yang semuanya berhasil selamat. Ia menyebut, tentara AS tersebut mampu membunuh ratusan dari rekannya dengan senjata tersebut.

3. Venezuela akhirnya mau bebaskan menantu pemimpin oposisi

Pada hari yang sama, Venezuela akhirnya membebaskan menantu dari pemimpin oposisi Venezuela, Edmundo Gonzalez Urrutia, Rafael Tudares. Penangkapan Tudares diduga sengaja dilakukan karena merupakan kerabat dari Gonzalez Urrutia yang mengklaim dirinya menang dalam pemilihan presiden 2024. 

Dilansir Mercopress, pemerintahan Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez mengatakan pembebasan ini sebagai bagian dari upaya stabilitas ekonomi dan membangun relasi dengan AS. Ia pun bersedia membuka kembali investasi dari perusahaan minyak asal AS di negaranya. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

Waspada! Hujan Diprediksi Akan Guyur Jabodetabek hingga Akhir Januari

25 Jan 2026, 12:22 WIBNews