Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi bendera Venezuela (unsplash.com/pikadzu)
ilustrasi bendera Venezuela (unsplash.com/pikadzu)

Intinya sih...

  • Warga Caracas takut akan patroli kelompok paramiliter

  • Suara tembakan terdengar di dekat Istana Presiden Venezuela

  • Rodriguez pastikan tidak ada pihak asing yang memerintah Venezuela

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kelompok paramiliter Venezuela, Colectivos, pada Selasa (6/1/2026), mengadakan operasi pembersihan untuk mencari warga yang mendukung serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela. Kelompok dari warga sipil itu diketahui dibekali senjata berlisensi resmi. 

Patroli Colectivos menggunakan sepeda motor itu dilakukan menyusul perintah dari Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez. Operasi ini dilakukan setelah penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro oleh pasukan elite AS pada akhir pekan lalu, dilansir The Latin Times.

Sehari sebelumnya, Parlemen Venezuela resmi melantik Rodriguez sebagai presiden sementara di Venezuela. Perempuan berusia 56 tahun itu sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden di bawah pemerintahan Maduro sejak 2018. 

1. Warga Caracas takut akan patroli kelompok paramiliter

Menyusul serangan AS ke Venezuela, kondisi ibu kota Caracas masih sepi dan hanya terlihat beberapa orang berlalu-lalang. Meskipun sejumlah bisnis sudah mulai buka kembali dan terlihat antrean warga untuk membeli kebutuhan pokok dan obat-obatan. 

Dilansir NBC News, sejumlah warga mengatakan bahwa pasukan keamanan pemerintah dan kelompok paramiliter semakin sering terlihat di jalan. Salah satu warga bernama Daniel mengatakan masih takut keluar rumah karena adanya operasi kelompok paramiliter yang mengecek ponsel untuk melihat dukungan kepada AS atau tidak. 

Meskipun demikian, Daniel mengaku berharap cepat atau lambat Venezuela dapat menjadi negara bebas. Ia menginginkan agar dapat memilih pemimpin dengan bebas tanpa adanya paksaan. Sementara, warga lain juga khawatir ancaman serangan kedua dari AS. 

2. Suara tembakan terdengar di dekat Istana Presiden Venezuela

Pada Senin (5/1/2026), terdengar suara tembakan di dekat Istana Miraflores, Caracas. Baku tembak terjadi pada pukul 20.00 waktu setempat dan suaranya terdengar hingga area permukiman warga. 

Dilansir EFE, pemerintah Venezuela menyebut bahwa tembakan dilakukan oleh penjaga keamanan akibat adanya drone yang terbang tanpa izin. Otoritas setempat mengatakan seluruh negara sudah tenang saat ini. 

Baku tembak terjadi setelah pelantikan Rodriguez sebagai presiden sementara di Venezuela. Namun, Rodriguez mengaku akan memastikan stabilitas dan tidak akan istirahat hingga keamanan kembali terjamin. 

3. Rodriguez pastikan tidak ada pihak asing yang memerintah Venezuela

Pada saat yang sama, Rodriguez memastikan bahwa tidak ada pihak asing yang memerintah di Venezuela. Ia menyebut, rakyat Venezuela juga aktif dalam mendesak pembebasan Maduro setelah ditangkap AS. 

“Kami di sini memerintah bersama dengan rakyat Venezuela, pemerintah Venezuela yang mengatur negara kita, tidak ada lainnya dan tidak ada agen asing yang memerintah di Venezuela,” katanya. 

Presiden sementara Venezuela itu menyampaikan bahwa kekuatan warga kembali menguat dalam menghadapi tantangan ancaman dan agresi militer. Ia menginstruksikan kepada warga untuk kembali bekerja seperti biasa di awal tahun baru. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team