Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Serangan AS ke Venezuela Masih Disorot, Dolar Gulung Rupiah Sore Ini

Serangan AS ke Venezuela Masih Disorot, Dolar Gulung Rupiah Sore Ini
Ilustrasi dolar AS (freepik.com/jcomp)
Intinya sih...
  • Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI mencapai Rp16.762 per dolar AS, lebih tinggi dari pekan lalu.
  • Serangan AS ke Venezuela masih memengaruhi pasar global, ditambah dengan penurunan aktivitas manufaktur AS.
  • Rupiah diprediksi akan melemah besok hingga rentang Rp16.750-16.780 per dolar AS.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nilai tukar atau kurs rupiah melemah terhadap mata uang dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa, (6/1/2026).

Mengutip Bloomberg, kurs rupiah ditutup melemah 18 poin atau 0,11 persen ke Rp16.758 per dolar AS sore ini. Pagi tadi, rupiah dibuka melemah pada level Rp16.741 per dolar AS.

Hari ini kurs rupiah diperdagangkan pada rentang Rp16.736-16.772 per dolar AS, dengan year to date (YTD) return 0,47 persen.

1. Nilai tukar rupiah berdasarkan kurs tengah BI

Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia (BI), nilai tukar rupiah menyentuh Rp16.762 per dolar AS.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kurs rupiah pada penutupan perdagangan pekan kemarin, Senin, (5/1/2026), yang berada di level RpRp16.748 per dolar AS. Data JISDOR BI menunjukkan rupiah mengalami pelemahan pada sore ini dibandingkan pekan kemarin.

2. Serangan AS ke Venezuela masih jadi faktor pemengaruh pasar

Menurut analis pasar keuangan, Ibrahim Assuaibi pergerakan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang berbagai negara masih dipicu oleh serangan Presiden Donald Trump ke Venezuela.

“Penangkapan Maduro, yang menurut Presiden AS Donald Trump dilakukan tanpa persetujuan Kongres, mengejutkan pasar global minggu ini,” kata Ibrahim dalam keterangannya.

Meski begitu, pergerakan dolar AS juga masih akan melihat sentimen pelaku pasar terhadap industri manufaktur AS yang terus menunjukkan prospek yang suram. Indeks PMI Manufaktur ISM AS untuk Desember 2025 turun menjadi 47,9, meleset dari perkiraan 48,3 dan turun dari 48,2 pada November.

“Hal ini menandakan penurunan lebih lanjut dalam aktivitas manufaktur. Angka tersebut menandai bulan kontraksi kesepuluh berturut-turut dan menggarisbawahi pelemahan yang terus-menerus di sektor ini,” ujar Ibrahim.

3. Rupiah diprediksi melemah besok

Ibrahim menilai, penguatan dolar AS masih akan terus menekan rupiah hingga perdagangan besok, Rabu (7/1).

“Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang  Rp16.750-16.780,” tutur Ibrahim.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in Business

See More

Mewah dan Berkelas, Kenapa Berlian Mahal? Ini 5 Alasannya!

08 Jan 2026, 00:25 WIBBusiness