Trump Sebut Delcy Rodriguez Bersedia Dorong Kerja sama AS-Venezuela

- Trump sebut AS tidak berperang dengan Venezuela. Washington hanya berperang terhadap orang yang menyelundupkan narkoba, yakni Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
- Rodriguez mengaku bersedia bekerja sama dengan AS. Pemerintahannya akan mendorong perdamaian dan dialog usai penangkapan Maduro.
- AS siap membuka kembali Kedutaan Besar di Caracas. Keputusan akhir ini tergantung pada Trump yang akan menyetujuinya atau tidak.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan bahwa Presiden sementara Venezuela, Delcy Rodriguez bersedia bekerja sama dengan AS. Ia menyatakan akan berkoordinasi dengan jajarannya untuk mempersiapkan transisi pemerintahan di Venezuela.
“Saya merasa bahwa dia akan bekerja sama dengan kami. Mereka butuh bantuan dan saya merasa Rodriguez sayang dengan negaranya dan ingin negaranya dapat bertahan,” ungkap Trump, dikutip dari EFE, Selasa (6/1/2026).
Selain itu, Trump menyebut bahwa tidak ada pemilihan presiden (pilpres) di Venezuela dalam kurun waktu 30 hari ke depan. Ia mengatakan, pilpres akan diselenggarakan setelah negara Amerika Selatan itu pulih.
1. Trump sebut AS tidak berperang dengan Venezuela
Trump mengungkapkan bahwa AS tidak sedang berperang dengan Venezuela. Namun, Washington hanya berperang terhadap orang yang menyelundupkan narkoba, yakni Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
“Tidak, kami tidak berperang dengan Venezuela. Kami berperang dengan orang yang menjual narkoba. Kami berperang dengan orang yang mengosongkan penjara dan institusi mentalnya, serta mengusir pecandu narkoba ke negara kami,” dilansir NBC News.
Trump mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, dan Kepala Staf Kepresidenan AS, Stephen Miller dan Wakil Presiden AS, JD Vance akan mengawasi intervensi AS di Venezuela. Menurutnya, semua akan dibantu oleh para pakar dalam membangun Venezuela.
2. Rodriguez mengaku bersedia bekerja sama dengan AS
Pada saat yang sama, Rodriguez menyatakan bahwa pemerintahannya akan bekerja sama dengan AS dalam sejumlah agenda. Selain itu, ia akan mendorong perdamaian dan dialog usai penangkapan Maduro.
“Prioritas Venezuela adalah mendorong keseimbangan dan menghormati hubungan internasional dengan AS dan negara lain di kawasan. Semua harus didasarkan pada kesetaraan kedaulatan dan non-intervensi urusan dalam negeri. Kami mempersiapkan kolaborasi dengan Washington dalam pembangunan sesuai hukum internasional,” tutur Rodriguez, dikutip dari The Latin Times.
Di sisi lain, Rubio juga menyatakan bahwa Rodriguez adalah sosok yang dapat diajak kerja sama. Ia menilai Rodriguez sangat berbeda dengan Maduro yang tidak pernah menyetujui segala bentuk kerja sama dengan AS.
3. AS siap membuka kembali Kedutaan Besar di Caracas
Kementerian Luar Negeri AS menyampaikan rencana untuk membuka kembali Kedutaan Besar (Kedubes) di Caracas usai penangkapan Maduro. Namun, keputusan akhir ini tergantung pada Trump yang akan menyetujuinya atau tidak.
Sebelumnya, Trump sudah mengumumkan soal pengembalian hubungan diplomatik dengan Venezuela. Pernyataan ini adalah sebuah perubahan besar setelah retaknya hubungan kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.
Dilansir Mercopress, Kantor Kedubes AS di Caracas terletak di Baruta dan sudah ditutup sejak 2019. Penutupan dilakukan setelah pemerintahan Maduro memutus hubungan diplomatik dengan Washington setelah tidak mengakui kemenangannya.

















