Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemlu Pastikan Tak Ada WNI Tewas dalam Serangan Bandara Riyadh
Pesawat ERJ-170 Saudi Arabian Airlines di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh (DearEdward from New York, NY, USA, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)
  • Kemlu memastikan tidak ada WNI yang meninggal dunia dalam serangan di Bandara Internasional King Khalid, sementara kemungkinan WNI di antara korban luka masih diverifikasi.

  • Serangan tersebut menewaskan 12 orang dan melukai 309 lainnya. Sejumlah korban luka berada dalam kondisi kritis, sedangkan operasional bandara dihentikan sementara.

  • KBRI Riyadh menelusuri kemungkinan WNI terdampak, mengimbau kewaspadaan, dan tetap memberikan layanan bersama KJRI Jeddah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sabtu (10/10/2026)

Serangan terjadi di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi. Serangan tersebut menewaskan 12 orang dan menyebabkan 309 orang terluka.

Hingga 11 Oktober 2026

Kemlu memastikan tidak terdapat WNI yang menjadi korban meninggal dunia. Kemungkinan adanya WNI di antara korban luka masih dalam proses verifikasi.

Minggu (11/10/2026)

Heni Hamidah menyampaikan perkembangan tersebut melalui pesan singkat.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Serangan di Bandara Internasional King Khalid menewaskan 12 orang dan menyebabkan 309 orang terluka. Kemungkinan adanya WNI di antara korban luka masih diverifikasi.
  • Who?
    Kementerian Luar Negeri RI, KBRI Riyadh, KJRI Jeddah, WNI di Arab Saudi, serta korban serangan.
  • Where?
    Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, dengan pemantauan korban di sejumlah rumah sakit di Riyadh dan sekitarnya.
  • When?
    Serangan terjadi pada Sabtu (10/10/2026). Kepastian mengenai korban WNI disampaikan hingga 11 Oktober 2026.
  • Why?
    Alasan serangan tersebut hingga saat ini belum ada keterangan resmi.
  • How?
    Operasional bandara dihentikan sementara untuk pemeriksaan dan penilaian keselamatan. KBRI Riyadh berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi dan memantau rumah sakit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kemlu bilang tidak ada WNI yang meninggal dalam serangan di bandara Riyadh. Ada orang lain yang meninggal dan terluka. KBRI Riyadh sedang mencari tahu apakah ada WNI yang terluka. WNI diminta hati-hati dan menjauhi bandara. KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah tetap membantu WNI.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kemlu, KBRI Riyadh, dan KJRI Jeddah tetap memantau situasi serta menyediakan pelayanan kekonsuleran dan pelindungan bagi WNI. Koordinasi dengan otoritas Arab Saudi dan pemantauan rumah sakit juga membantu proses verifikasi korban, sementara imbauan kewaspadaan memberi panduan bagi WNI di tengah situasi keamanan yang masih dipantau.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times — Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang meninggal dunia dalam serangan di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, pada Sabtu (10/10/2026). Namun, kemungkinan adanya WNI di antara korban luka masih dalam proses verifikasi.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyampaikan pemerintah terus memantau perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi setelah serangan tersebut.

"Hingga 11 Oktober 2026, dipastikan tidak terdapat WNI yang menjadi korban meninggal dunia. Sementara itu, kemungkinan adanya WNI di antara korban luka masih dalam proses verifikasi," ujar Heni dalam keterangannya melalui pesan singkat, Minggu (11/10/2026).

Berdasarkan informasi otoritas Arab Saudi, serangan tersebut menewaskan 12 orang dan menyebabkan 309 orang lainnya terluka. Korban meninggal terdiri dari empat warga Arab Saudi, dua warga Bangladesh, serta masing-masing satu warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina, dan Sudan.

Sejumlah korban luka dilaporkan berada dalam kondisi kritis dan telah mendapatkan penanganan medis di beberapa rumah sakit. Serangan itu juga menyebabkan operasional bandara dihentikan sementara untuk pemeriksaan dan penilaian keselamatan.

1. KBRI Riyadh telusuri kemungkinan WNI jadi korban luka

Direktur Perlindungan WNI (PWNI) Kemlu RI Heni Hamidah. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

KBRI Riyadh terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi untuk memastikan apakah ada WNI yang terdampak serangan tersebut. Perwakilan RI juga melakukan pemantauan langsung ke sejumlah rumah sakit di Riyadh dan sekitarnya.

"KBRI Riyadh terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi serta melakukan pemantauan ke sejumlah rumah sakit di Riyadh dan sekitarnya untuk memastikan ada atau tidaknya WNI yang terdampak," kata Heni.

Berdasarkan data resmi Kementerian Luar Negeri Arab Saudi yang disampaikan melalui pembaruan KBRI, terdapat sekitar 581 ribu WNI di negara tersebut. Jumlah itu terdiri dari 351.070 WNI residen atau pemegang izin tinggal (iqamah) dan 229.930 WNI pengunjung atau peziarah.

2. WNI di Arab Saudi diminta tingkatkan kewaspadaan

Semua pelayan kedai kopi Jabarano di Madinah, Arab Saudi, WNI dari berbagai daerah. (Media Center Haji/Rochmanudin)

KBRI Riyadh telah menerbitkan imbauan kepada WNI di Arab Saudi agar meningkatkan kewaspadaan menyusul serangan tersebut. WNI diminta menghindari lokasi rawan, terutama kawasan Bandara Internasional King Khalid, serta membatasi perjalanan yang tidak mendesak.

"KBRI Riyadh juga telah menerbitkan imbauan kepada WNI di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari lokasi rawan, khususnya kawasan Bandara Internasional King Khalid, membatasi perjalanan yang tidak mendesak, serta mematuhi arahan otoritas setempat," ujar Heni.

Bagi WNI yang berencana bepergian dari dan menuju Arab Saudi, KBRI mengimbau agar mereka memastikan kembali status penerbangan kepada maskapai masing-masing. WNI juga diminta untuk terus mengikuti informasi resmi dari otoritas Arab Saudi maupun KBRI Riyadh.

3. KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah tetap beroperasi

Ilustrasi KBRI Riyadh di Arab Saudi (Dokumentasi KBRI Riyadh Arab Saudi)

Di tengah situasi keamanan yang masih dipantau, Kemlu memastikan KBRI Riyadh dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah tetap memberikan pelayanan kepada WNI.

"KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah tetap beroperasi dan memberikan pelayanan konsuler serta perlindungan WNI seperti biasa," kata Heni.

WNI yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi hotline KBRI Riyadh di nomor +966 569173990 atau KJRI Jeddah di nomor +966 503609667.

"Kementerian Luar Negeri bersama KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah akan terus memantau perkembangan situasi dan mengambil langkah-langkah perlindungan yang diperlukan guna memastikan keselamatan WNI di Arab Saudi," ujar Heni.

Curated For You

Editorial Team

Related Article