Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kemlu Verifikasi Kabar ABK WNI Tewas Akibat Serangan Houthi di Yaman
Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Henny Hamidah dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (16/4/2026). (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

  • Kemlu RI masih memverifikasi laporan dugaan satu WNI tewas dalam serangan terhadap kapal MV Tihamah di wilayah Bab al-Mandab, Yaman.
  • Kapal berawak delapan warga Pakistan dan tiga WNI itu dilaporkan terbakar setelah diserang; dua WNI selamat, satu luka ringan dan satu dirawat di rumah sakit.
  • KBRI Muscat berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan satu WNI lain, mendampingi korban, serta menyiapkan fasilitasi kepulangan jika keamanan memungkinkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI bergerak cepat menelusuri kabar duka dari perairan Yaman. Pemerintah masih memverifikasi laporan media internasional terkait dugaan satu WNI tewas dalam insiden serangan kapal MV Tihamah pada Selasa (11/8/2026).

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menegaskan KBRI Muscat terus berkoordinasi intensif dengan otoritas setempat. Langkah ini diambil demi memastikan kondisi pasti serta keberadaan korban.

“Informasi tersebut masih dalam proses verifikasi. KBRI Muscat tengah berkomunikasi dengan otoritas terkait untuk memperoleh konfirmasi resmi mengenai kondisi dan keberadaan ABK WNI yang bersangkutan,” kata Heni dalam keterangannya.

Peristiwa ini bermula saat kapal MV Tihamah yang membawa 11 anak buah kapal (ABK), delapan warga Pakistan dan tiga WNI, diserang saat sandar di Pelabuhan Bab Al Mandab, Murad, Yaman. Otoritas Yaman menyebut serangan tersebut memicu kebakaran hebat serta menelan korban jiwa dan luka-luka.

Laporan dari KBRI Muscat mencatat kondisi dua WNI lainnya yang berhasil selamat dari maut. Satu ABK mengalami luka ringan akibat serpihan tanpa perlu rawat inap, sementara satu WNI lain harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Adapun kondisi satu WNI lainnya masih dalam proses verifikasi. KBRI Muscat terus berkoordinasi dengan otoritas setempat dan pihak-pihak terkait untuk mendapatkan informasi resmi mengenai keberadaan serta kondisi WNI tersebut.

“Kementerian Luar Negeri bersama KBRI Muscat akan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat dan pihak-pihak terkait lainnya untuk memperoleh perkembangan lebih lanjut terkait insiden tersebut,” ujar Heni.

Pemerintah memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh awak kapal asal Indonesia. Selain mendampingi penanganan medis, Kemlu mulai menyiapkan skema fasilitasi kepulangan para ABK ke tanah air jika situasi keamanan di Yaman sudah memungkinkan.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan Yaman menyatakan kapal MV Tihamah diserang saat melintasi wilayah strategis Bab al-Mandeb. Serangan disebut menyebabkan korban tewas dan luka di antara awak kapal serta memicu kebakaran pada kapal.

Editorial Team

Related Article