Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kubu Febrie Adriansyah: Sutrimo Bukan Karumga, Penjaga Klinik Mordent

Kubu Febrie Adriansyah: Sutrimo Bukan Karumga, Penjaga Klinik Mordent
Klinik Mordent di Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. (IDN Times/Irfan Fathurohman)
  • Pengacara Febrie Adriansyah, Firman Wijaya, membantah Sutrimo adalah kepala rumah tangga Febrie; ia disebut menjaga Klinik Mordent yang kosong dan tidak bekerja terus-menerus.
  • Keluarga Febrie meminta kematian Sutrimo tidak dikaitkan dini dengan perkara di Kejaksaan Agung, karena almarhum disebut telah lama menderita diabetes dan menjalani pengobatan.
  • Sutrimo ditemukan tak sadarkan diri di depan Klinik Mordent pada 23 Juli 2026, lalu dinyatakan meninggal saat tiba di RS Muhammadiyah Taman Puring dan dimakamkan di Banyumas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kubu mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, akhirnya buka suara tentang meninggalnya Sutrimo.

Pengacara Febrie, Firman Wijaya, membantah bahwa Sutrimo merupakan kepala rumah tangga (karumga) rumah Febrie Adriansyah di Jalan Radio I, Kebayoran Baru Jakarta Selatan.

Dia mengatakan, Sutrimo dipekerjakan Febrie untuk menjaga Klinik Mordent yang kini menjadi bangunan kosong.

“Trimo bukan berstatus sebagai kepala rumah tangga seperti yang diberitakan. Sosok ini disebutnya lebih banyak menjaga bangunan kosong (Klinik Mordent) dan tinggal di sana,” ujar Firman dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/8/2026).

Firman menjelaskan, Sutrimo juga sering pulang kampung atau mengambil pekerjaan lain sehingga dia tidak terus-menerus bekerja dengan Febrie.

Firman mengatakan, keluarga Febrie Adriansyah meminta agar meninggalnya Sutrimo tak dikaitkan dengan perkara hukum yang sedang berjalan di Kejaksaan Agung.

Sebab, berdasarkan informasi keluarga, Sutrimo telah lama sakit diabetes dan sedang menjalani pengobatan.

“Sepengetahuan pihak keluarga, almarhum sudah sakit sejak lama. Saat berobat pernah disebut sakit selama bertahun-tahun,” ujar Firman.

“Keluarga berharap persitiwa almarhum ini tidak dihubungkan atau dikaitkan secara dini dengan perkara yang sedang dijalani Pak FA di Kejaksaan. Jadi, sama-sama kita tunggu proses yang dilakukan Polri terlebih dahulu,” ucap dia.

Sutrimo ditemukan tidak sadarkan diri di depan Mordent Aesthetic Clinic, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis, (23/7/2026) pagi. Saat ditemukan, diduga mulut dan hidungnya dilaporkan mengeluarkan busa.

Dia kemudian dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring dalam kondisi sudah meninggal (death on arrival). Jenazah langsung dibersihkan dan dipulangkan ke Banyumas pada hari yang sama, lalu dimakamkan malam harinya di desa asal di Wlahar.

Sutrimo diduga merupakan kepala rumah tangga (karumga) di kediaman mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More