Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kerusuhan di Penjara Mazatlan Meksiko, 12 Orang Tewas
suasana di dalam penjara (unsplash.com/ansleycreative)
  • Kerusuhan di Penjara El Castillo, Mazatlan, terjadi saat jam besuk keluarga pada 9-10 Oktober 2026, menewaskan 12 orang termasuk balita dua tahun dan melukai 16 lainnya.
  • Kementerian Keamanan dan Kejaksaan Sinaloa menyelidiki penyebab kerusuhan serta dugaan keterlibatan sipir dalam penyelundupan senjata; penembakan diduga menargetkan anggota Los Chapitos, El Owen.
  • Konflik faksi Kartel Sinaloa turut menekan aparat: 157 polisi di Culiacan pensiun dini atau mundur sejak September 2024 hingga Juli 2026, sementara 22 polisi tewas sepanjang 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kerusuhan terjadi di Penjara El Castillo di Mazatlan, Sinaloa, Meksiko pada Jumat (9/10/2026). Insiden ini berlangsung di tengah jadwal kunjungan keluarga dan terjadi suara tembakan yang berbuntut pada penutupan area penjara. 

Sementara itu, Sinaloa dikenal sebagai salah satu negara bagian yang paling terdampak kasus kekerasan imbas konflik antaranggota kartel narkoba di Meksiko. Negara bagian di barat laut Meksiko itu dikenal luas menjadi markas utama Kartel Sinaloa. 

1. Sebanyak 12 orang tewas dan 16 terluka

Pasukan Guardia Nacional Meksiko. (龙2000, CC0, via Wikimedia Commons)

Kerusuhan awalnya terjadi pada Kamis pagi yang disebabkan oleh pertarungan antar narapidana (napi) saat jam besuk keluarga. Pada pertikaian pertama sebanyak 10 orang dilaporkan tewas, di mana 9 di antaranya adalah napi. 

Dilansir The Dallas Morning News, pertikaian kembali terjadi pada Jumat yang menimbulkan tewasnya dua orang. Alhasil, total korban tewas menjadi 12 orang dan sebanyak 16 orang dilaporkan terluka dan sudah dilarikan ke rumah sakit terdekat. 

Menteri Keamanan Sinaloa, Sinuhe Tellez mengatakan bahwa seorang balita berusia 2 tahun ikut tewas dalam insiden kerusuhan ini. Hingga kini, kerabat korban sudah berkumpul di luar penjara untuk mengetahui kondisi keluarganya. 

2. Kejaksaan Sinaloa selidiki adanya senjata di dalam penjara

ilustrasi bendera Meksiko (unsplash.com/stephan hinni)

Pada saat yang sama, Kementerian Keamanan Sinaloa akan bekerja sama dengan Kejaksaan Sinaloa untuk mengungkap penyebab kerusuhan. Mereka mengaku akan mengungkap fakta dan menemukan sipir yang terlibat dalam penyelundupan senjata di dalam penjara. 

Menurut Diario de Yucatan dalam Mexico News Daily, otoritas setempat menyebut bahwa penembakan ini bertujuan membunuh Eduardo Jonathan Martinez Larios alias El Owen. Ia adalah anggota Los Chapitos dari Kartel Sinaloa dan dilaporkan masuk dalam korban tewas dalam insiden kali ini. 

3. Lebih dari 150 polisi di Culiacan pilih pensiun dini

Mobil Polisi Meksiko (Christian Frausto Bernal, CC BY-SA 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.0>, via Wikimedia Commons)

Berdasarkan data dari pemerintah Culiacan, Sinaloa, sebanyak 157 polisi memilih untuk pensiun dini atau mengundurkan diri antara September 2024 hingga Juli 2026. Kondisi ini dipengaruhi oleh konflik antara faksi Kartel Sinaloa, yakni Los Chapitos dan La Mayiza dalam 2 tahun terakhir. 

Dilansir The Latin Times, polisi memilih untuk mengundurkan diri atau pensiun dini karena kerap menjadi target anggota kartel narkoba. Sejauh ini, sebanyak 22 personel polisi tewas di Sinaloa pada 2026. Sedangkan sejak September 2024 atau awal konflik, sudah ada 83 polisi yang tewas. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article