Jakarta, IDN Times - Pemerintah Indonesia memastikan fokus utama saat ini adalah membebaskan warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 di perairan Mediterania Timur. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyebut berbagai langkah diplomatik dan perlindungan terus dijalankan untuk memastikan para WNI dapat segera dipulangkan dengan aman.
Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan pemerintah melalui sejumlah perwakilan RI terus memantau kondisi serta keberadaan para WNI yang ditahan. Selain itu, koordinasi dengan berbagai pihak juga dilakukan guna memastikan akses konsuler dan dukungan lain yang dibutuhkan.
“Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kemlu RI melalui sejumlah perwakilan terkait kita terus memantau kondisi dan keberadaan para WNI serta menyiapkan langkah-langkah antisipatif yang diperlukan,” kata Yvonne, dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Ia menegaskan pemerintah telah melakukan berbagai pendekatan kepada otoritas terkait demi memastikan proses pemulangan WNI dapat dilakukan secepat mungkin tanpa hambatan. “Kita telah melakukan berbagai koordinasi erat, pendekatan kepada berbagai pihak, termasuk otoritas terkait untuk memastikan akses konsuler, dukungan medis apabila diperlukan, serta memastikan proses kepulangan WNI ini dapat dilakukan secepatnya dalam kondisi aman tanpa ada hambatan,” ujarnya.
Pemerintah Indonesia juga kembali menegaskan kecamannya terhadap tindakan Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla. Kemlu menilai tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip kemanusiaan dan hukum internasional.
