Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ketua Dewan Politik Tertinggi Houthi Serukan Perlawanan terhadap Saudi
Marsekal Lapangan Mahdi Al-Mashat (commons.wikimedia.org/Aden TV)
  • Mahdi Al-Mashat menyerukan rakyat Yaman melawan Saudi, yang dituduh melakukan agresi dan blokade selama 12 tahun, serta merebut kekayaan nasional dan mengusir pihak yang disebut penjajah.
  • Dalam pidato peringatan Revolusi 14 Oktober, Al-Mashat menyamakan Saudi dengan penjajah Inggris dan meminta pihak pendukung invasi, termasuk warga yang direkrut Saudi, menarik diri.
  • Al-Mashat mengecam dugaan serangan terhadap sipil dan tawanan Houthi, sambil menegaskan komitmen Yaman pada pelayaran internasional serta menuduh Saudi mengancam Bab el-Mandeb.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times  -  Ketua Dewan Politik Tertinggi Houthi, Marsekal Lapangan Mahdi Al-Mashat, menyerukan rakyat Yaman untuk melawan Arab Saudi yang ia tuding melakukan agresi dan blokade terhadap negaranya selama 12 tahun. Ia juga menyerukan pengambilalihan kembali kekayaan nasional dan pengusiran pihak yang disebutnya sebagai penjajah dari wilayah Yaman.

Pernyataan tersebut disampaikan Al-Mashat dalam pidato pada Selasa (13/10/2026) malam, bertepatan dengan peringatan ke-63 Revolusi 14 Oktober 1963. Ia menyamakan perlawanan terhadap Saudi dengan perjuangan rakyat Yaman melawan penjajahan Inggris pada masa lampau.

1. Al-Mashat samakan Arab Saudi dengan penjajah Inggris

potret bendera Arab Saudi (pexels.com/Engin Akyurt)

Al-Mashat mengajak rakyat Yaman, khususnya masyarakat di kegubernuran yang mempunyai sejarah perjuangan melawan pendudukan Inggris, untuk meneruskan perjuangan generasi sebelumnya. Ia menyebut rezim Arab Saudi sebagai bentuk pendudukan baru yang berupaya menguasai wilayah dan kekayaan Yaman.

"Kami menegaskan kepada semua pihak bahwa pertempuran yang menyatukan kami hari ini bertujuan mengakhiri agresi dan blokade Saudi yang tidak adil terhadap rakyat Yaman selama 12 tahun, merebut kembali kekayaan nasional kami, dan mengusir setiap penjajah dari tanah kami," kata Al-Mashat dalam pidatonya, dilansir Ansar Allah pada Selasa.

Ia juga memperingatkan pihak-pihak yang terlibat dalam invasi ke Yaman agar segera menarik diri. Kepada "individu-individu yang tertipu" yang telah direkrut oleh Saudi untuk bergabung dengan pasukan pendukungnya, Al-Mashat meminta mereka menghentikan keterlibatan dalam konflik dan kembali mendukung kedaulatan Yaman.

"Sebagaimana sejarah telah menyingkirkan tentara bayaran pendudukan Inggris di masa lalu, sejarah niscaya akan menyingkirkan kalian hari ini, kecuali jika kalian sadar dan kembali ke jalan kebenaran. Jika tidak, sejarah akan mengutuk kalian untuk selama-lamanya," ujar Al-Mashat. 

2. Al-Mashat kecam serangan Saudi terhadap warga sipil dan tawanan

ilustrasi bendera Houthi (commons.wikimedia.org/hstoops)

Al-Mashat mengecam serangan Arab Saudi terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil, yang menurutnya telah menewaskan perempuan dan anak-anak. Ia menyebut serangan itu sebagai kejahatan tanpa kendali dan menegaskan bahwa Yaman berhak memberikan respons sesuai hukum Islam dan hukum internasional.

Ia juga mengecam apa yang disebutnya sebagai eksekusi brutal oleh milisi yang didukung Saudi terhadap tawanan dari Houthi di pinggiran Dhubab. Menurutnya, para tawanan ditembak dan dilindas kendaraan lapis baja buatan Amerika Serikat (AS). 

Al-Mashat menyatakan tindakan tersebut bertentangan dengan ajaran Islam, nilai dan tradisi Yaman, serta hukum internasional. Ia menuntut pertanggungjawaban moral dan hukum dari rezim Saudi atas insiden tersebut serta memperingatkan bahwa pihak yang bertanggung jawab tidak akan luput dari hukuman.

3. Yaman tegaskan komitmen terhadap pelayaran internasional

citra satelit Selat Bab el-Mandeb dan Pulau Perim, Yaman (commons.wikimedia.org/Koordenação-Geral de Observação da Terra/INPE)

Al-Mashat menegaskan bahwa pelayaran internasional tetap aman dan Yaman berkomitmen memenuhi kewajiban internasional terkait navigasi maritim. Menurutnya, rezim Saudi mengancam pelayaran internasional dengan menjadikan Selat Bab el-Mandeb sebagai zona perang. Ia menyerukan masyarakat internasional untuk mengecam tindakan tersebut.

Ia juga meminta penduduk di wilayah yang disebutnya diduduki agar tidak terlibat dalam rencana Saudi, termasuk menjadikan wilayah Yaman sebagai tempat pengerahan pasukan atau pangkalan untuk melancarkan serangan. Ia menyerukan kepada rakyat Yaman untuk berpegang teguh pada prinsip-prinsip Revolusi 14 Oktober dalam melawan pendudukan dan kolonialisme demi menghormati pengorbanan para pejuang revolusi.

Selain itu, Al-Mashat kembali mengimbau pemerintah negara-negara Arab dan Muslim tertentu agar tidak terlibat dalam perang melawan Yaman. Ia menilai keterlibatan mereka tidak akan memberikan keuntungan dan menyebut upaya tersebut merupakan bagian dari langkah AS dan Israel untuk melemahkan negara-negara Muslim serta memperluas dominasi Israel di Timur Tengah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article