potret bendera Arab Saudi (pexels.com/Engin Akyurt)
Al-Mashat mengajak rakyat Yaman, khususnya masyarakat di kegubernuran yang mempunyai sejarah perjuangan melawan pendudukan Inggris, untuk meneruskan perjuangan generasi sebelumnya. Ia menyebut rezim Arab Saudi sebagai bentuk pendudukan baru yang berupaya menguasai wilayah dan kekayaan Yaman.
"Kami menegaskan kepada semua pihak bahwa pertempuran yang menyatukan kami hari ini bertujuan mengakhiri agresi dan blokade Saudi yang tidak adil terhadap rakyat Yaman selama 12 tahun, merebut kembali kekayaan nasional kami, dan mengusir setiap penjajah dari tanah kami," kata Al-Mashat dalam pidatonya, dilansir Ansar Allah pada Selasa.
Ia juga memperingatkan pihak-pihak yang terlibat dalam invasi ke Yaman agar segera menarik diri. Kepada "individu-individu yang tertipu" yang telah direkrut oleh Saudi untuk bergabung dengan pasukan pendukungnya, Al-Mashat meminta mereka menghentikan keterlibatan dalam konflik dan kembali mendukung kedaulatan Yaman.
"Sebagaimana sejarah telah menyingkirkan tentara bayaran pendudukan Inggris di masa lalu, sejarah niscaya akan menyingkirkan kalian hari ini, kecuali jika kalian sadar dan kembali ke jalan kebenaran. Jika tidak, sejarah akan mengutuk kalian untuk selama-lamanya," ujar Al-Mashat.