Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Arab Saudi Tuduh Iran Dukung Serangan Houthi ke Wilayahnya

2 min read
Arab Saudi Tuduh Iran Dukung Serangan Houthi ke Wilayahnya
potret bendera Arab Saudi (pexels.com/aboodi vesakaran)
  • Arab Saudi menuduh Iran memasok senjata, melatih, dan mendukung Houthi, serta menilai Teheran mendorong eskalasi serangan milisi itu ke wilayahnya.
  • Iran menawarkan diri sebagai mediator konflik Arab Saudi-Houthi dan menekankan diplomasi, sementara Riyadh mengaku terus berkomunikasi dengan Teheran tanpa kemajuan konsesi.
  • Arab Saudi mengundang Houthi berunding di Muscat, Oman, tetapi ditolak; Houthi menyatakan akan terus menyerang Arab Saudi di tengah konflik yang berlanjut.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Arab Saudi menuduh Iran selama ini telah mendukung serangan Houthi ke wilayahnya. Caranya adalah dengan memasok senjata dan melatih semua pasukan milisi tersebut. Riyadh menilai, upaya ini dilakukan karena Iran ingin Arab Saudi hancur.

"Iran terus mempersenjatai, melatih, dan mendukung milisi Houthi yang melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB. Kami berpendapat bahwa eskalasi yang dilakukan oleh Houthi pada tahap terbaru konflik ini didorong oleh Iran," jelas Rayed Krimly, Wakil Menteri Luar Negeri Arab Saudi bidang Diplomasi Publik, dalam konferensi pers virtual bersama awak media pada Kamis (15/10/2026).

  1. 1. Iran menwarkan diri jadi mediator Arab Saudi dan Houthi

    Abbas Araghchi sedang menghadiri pertemuan.
    potret Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi (commons.wikimedia.org/KHAMENEI.ir)

    Namun, tuduhan yang dilontarkan Krimly tadi sebetulnya bertentangan dengan sikap Iran. Sebab, Teheran justru menawarkan diri untuk menjadi mediator antara Arab Saudi dan Houthi. Tawaran itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi, saat melakukan panggilan telepon dengan Menlu Arab Saudi, Faisal bin Farhan, pada Minggu (11/10/2026) pekan lalu.

    Dalam pernyataannya, Araghchi mengatakan, diplomasi adalah jalan terbaik untuk menyelesaikan konflik antara Arab Saudi dan Houthi. Sebab, perang justru akan memperkeruh konflik di Timur Tengah alih-alih menyelesaikannya.

    “Bersikeras pada pendekatan militer dan mengabaikan solusi politik hanya akan semakin memperumit situasi,” kata Araghchi kepada Faisal, seperti dilansir Al Jazeera.

  2. 2. Arab Saudi terus berkomunikasi dengan Iran

    Bendera Iran sedang berkibar.
    potret bendera Iran (unsplash.com/sina drakhshani)

    Krimly sendiri mengakui adanya tawaran dari Iran tersebut. Krimly juga mengatakan bahwa Arab Saudi kini terus berkomunikasi dengan Iran soal upaya negosiasi dengan Houthi. Langkah ini dilakukan agar negosiasi bisa segera dilakukan. Namun, ia mengatakan, Teheran hingga saat ini belum menindak lanjuti usulan tersebut.

    "Arab Saudi terus berkomunikasi langsung dengan Iran. Nmun, secara keseluruhan, tampaknya Iran belum mampu memberikan konsesi yang diperlukan untuk sebuah solusi." lanjut Krimly.

  3. 3. Houthi menolak ajakan negosiasi dari Arab Saudi

    Juru Bicara Houthi, Yahya Saree, sedang berpidato di atas mimbar.
    Juru Bicara Houthi, Yahya Saree, sedang berpidato di atas mimbar. (commons.wikimedia.org/Wasfi Akab)

    Krimly mengatakan, Arab Saudi sebetulnya juga sudah melakukan upaya mandiri untuk bernegosiasi dengan Houthi. Ia mengatakan, Riyadh sudah mengajak delegasi dari milisi tersebut untuk berundingan di Kota Muscat, Oman, untuk menyelesaikan konflik. Sayangnya, Houthi menolak ajakan tersebut dan memilih melanjutkan perang dengan Arab Saudi.

    "Pada awal eskalasi ini, kami meminta mereka untuk bertemu di Muscat, Oman, dan mereka menolak. Ini adalah komunikasi terakhir yang terjadi beberapa minggu lalu," jelas Krimly.

    Hingga saat ini, ketegangan antara Arab Saudi dan Houthi masih berlanjut. Bahkan, dalam pernyataannya, Juru Bicara Houthi, Yahya Saree, mengatakan pihaknya akan terus menggempur Arab Saudi. Di sisi lain, Houthi saat ini juga sedang berperang dengan Yaman.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More