Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ketua Partai Demokrat Israel: Pembunuhan Ali Khamenei adalah Kesalahan
Ketua Partai Demokrat Israel Yair Golan (x.com/YairGolan1)
  • Ketua Partai Demokrat Israel Yair Golan menyebut pembunuhan Ayatollah Ali Khamenei pada Februari 2026 sebagai kesalahan karena tidak melayani kepentingan Israel.
  • Golan menilai Netanyahu menyia-nyiakan peluang menjadikan peristiwa itu titik balik diplomatik regional, dengan lebih mengedepankan gagasan penggulingan rezim Iran tanpa strategi pascaoperasi.
  • Menurut Golan, hilangnya kepemimpinan lama Iran justru memperkuat kelompok yang lebih ekstrem, sementara operasi Israel memperburuk posisi strategis negara dan menjadi kegagalan strategis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times  -  Ketua Partai Demokrat Israel Yair Golan menilai pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran ke-2, Ayatollah Ali Khamenei, pada Februari 2026 merupakan kesalahan. Ia berpendapat tindakan tersebut tidak menguntungkan kepentingan Israel dan justru memperkuat kelompok yang lebih ekstrem di Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Golan dalam sebuah wawancara pada Jumat (9/10/2026) dan ditegaskan kembali melalui unggahannya di X.

1. Golan sebut pembunuhan Khamenei sebagai kesalahan

Pemimpin Tertinggi Iran ke-2 Ayatollah Ali Khamenei (commons.wikimedia.org/Khamenei.ir)

Dalam wawancara di Kota Rishon LeZion, Golan mengatakan bahwa pembunuhan Khamenei merupakan kesalahan bukan karena pemimpin Iran tersebut tidak pantas mati, melainkan sebab tindakan itu tidak melayani kepentingan Israel.

"Saya pikir, tanpa keraguan, pembunuhan Khamenei adalah sebuah kesalahan," kata Golan, dilansir The Times of Israel.

Politikus sayap kiri itu juga menilai pemimpin yang berusia lanjut dan sudah lama berkuasa menjadi keuntungan tersendiri bagi Israel. Khamenei diketahui berusia 86 tahun ketika tewas oleh serangan udara gabungan Israel-Amerika Serikat (AS) pada 28 Februari 2026.

2. Netanyahu dinilai menyia-nyiakan peluang strategis

Dalam unggahannya di X, Golan menyebut pembunuhan Khamenei semestinya dapat menjadi titik balik bersejarah. Namun, ia menilai Netanyahu menyia-nyiakan peluang tersebut karena kesombongan dan pertimbangan politik untuk mempertahankan kekuasaan.

"Alih-alih memimpin langkah diplomatik regional yang akan menjamin keamanan Israel, ia malah menjual ilusi kepada Amerika mengenai penggulingan rezim Iran, tanpa strategi diplomatik untuk mengamankan masa setelahnya," tulis Golan. 

3. Pembunuhan Khamenei disebut perkuat kelompok ekstrem di Iran

Pemimpin Tertinggi Iran ke-3 Ayatollah Mojtaba Khamenei (x.com/MKhamenei_ir)

Golan menilai penghilangan kepemimpinan lama Iran justru memperkuat posisi elemen-elemen yang lebih ekstrem dan kejam di puncak aparat keamanan negara tersebut. Ia juga menyebut operasi militer Israel terhadap Iran memperburuk posisi strategis negaranya alih-alih memperbaiki.

"Di bawah Netanyahu, 'auman singa' justru memperburuk situasi strategis kita, bukannya memperbaikinya. Tanggung jawab atas penetapan tujuan, pengelolaan operasi, maupun hasil akhirnya terletak pada Netanyahu," tulis Golan. 

"Beginilah cara sebuah pencapaian militer yang bersejarah berubah menjadi kegagalan strategis yang serius. Netanyahu harus dimintai pertanggungjawaban atas keputusan-keputusan yang diambilnya serta dampak yang ia timbulkan," ujarnya. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article