Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kim Jong Un Uji Rudal dari Kapal Perang Baru, Xi Kirim Dukungan
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (Kremlin.ru, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)
  • Kim Jong Un memantau langsung uji coba rudal jelajah strategis dan sistem persenjataan di kapal perusak Kang Kon untuk memperkuat kemampuan tempur angkatan laut Korea Utara.
  • Xi Jinping mengirim pesan kepada Kim Jong Un, menegaskan komitmen China mempererat hubungan bilateral dan membawa kerja sama menuju arah yang stabil serta jangka panjang.
  • Pertukaran pesan antara Xi dan Kim mencerminkan semakin eratnya hubungan China-Korea Utara di tengah ketegangan kawasan dan meningkatnya kerja sama militer Pyongyang dengan Rusia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengawasi langsung uji coba rudal jelajah strategis dan sejumlah sistem persenjataan dari kapal perusak (destroyer) terbaru negaranya. Uji coba tersebut dilakukan di tengah upaya Pyongyang memperkuat kemampuan tempur angkatan lautnya.

Media pemerintah Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), pada Minggu (5/7/2026) melaporkan, pengujian dilakukan dari kapal perusak Kang Kon berbobot 5.000 ton pada Jumat (3/7). Dalam kesempatan itu, Kim memerintahkan agar kapal perang tersebut resmi bergabung dengan Angkatan Laut Korea Utara dalam waktu dua bulan.

Di saat yang hampir bersamaan, Presiden China Xi Jinping menyatakan siap mempererat hubungan dengan Korea Utara dan membawa kerja sama kedua negara menuju hubungan yang berjangka panjang, sehat, dan stabil.

1. Kim awasi uji rudal hingga sistem perang elektronik

Kim Jong Un (Kremlin.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

KCNA melaporkan Kim Jong Un memantau pengujian berbagai sistem persenjataan yang dipasang di kapal perusak Kang Kon. Persenjataan yang diuji meliputi rudal jelajah strategis, artileri angkatan laut, senjata otomatis, hingga sistem peperangan elektronik.

Menurut KCNA, pengujian dilakukan untuk memastikan kemampuan kapal dalam mengoperasikan berbagai sistem senjata saat bertempur. Kim juga meminta militer meningkatkan kemampuan pertahanan negaranya.

“Meningkatkan kemampuan penangkal perang dan kemampuan tempur negara harus terus dilakukan,” kata Kim Jong Un, dikutip dari Anadolu.

Kapal perang Kang Kon pertama kali diluncurkan pada Juni tahun lalu, sekitar satu bulan setelah upaya peluncuran perdananya mengalami kegagalan akibat kapal terbalik.

Militer Korea Selatan mengatakan pihaknya mendeteksi peluncuran rudal jelajah dari kapal tersebut ke arah Laut Timur pada Jumat. Seoul bersama Amerika Serikat kini masih menganalisis rincian peluncuran tersebut.

2. Xi Jinping tegaskan komitmen perkuat hubungan dengan Korut

Presiden China Xi Jinping (kanan) saat menyambut Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, di Beijing pada 4 September 2025. (x.com/SpoxCHN_MaoNing)

Pada hari yang sama, KCNA juga melaporkan pesan Presiden China Xi Jinping kepada Kim Jong Un. Pesan itu merupakan balasan atas ucapan selamat Kim kepada Partai Komunis China yang memperingati hari jadinya yang ke-105 pada 1 Juli. Dalam pesannya, Xi mengatakan ucapan Kim mencerminkan hubungan erat antara kedua negara.

“Pesan Anda mencerminkan perasaan yang mendalam dan hangat dari Anda, Partai Buruh Korea, dan rakyat Korea Utara terhadap China,” ujar Xi.

Xi menegaskan, Partai Komunis China dan Partai Buruh Korea merupakan partai berhaluan Marxis yang telah bekerja sama selama beberapa generasi. Ia juga menyatakan komitmennya untuk memperkuat hubungan bilateral.

“Saya siap membimbing berbagai sektor dan wilayah di kedua pihak untuk melaksanakan sepenuhnya pemahaman penting yang telah kita capai bersama dan membawa hubungan China-Korea Utara menuju perkembangan jangka panjang, sehat, dan stabil,” kata Xi.

3. Hubungan China-Korea Utara kian erat

Presiden China Xi Jinping (tengah) didamping oleh para pemimpin asing, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin dan Pemimpin Korut Kim Jong Un menjelang parade militer di Lapangan Tiananmen, Beijing, pada 3 September 2025. (x.com/SpoxCHN_MaoNing)

Pertukaran pesan antara Xi dan Kim berlangsung tidak lama setelah Xi melakukan kunjungan langka ke Korea Utara pada bulan lalu. Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin sepakat memperdalam hubungan bilateral di tengah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea.

Penguatan hubungan itu juga terjadi ketika Korea Utara terus memperluas kerja sama militernya dengan Rusia. Hubungan Beijing dan Pyongyang selama ini dikenal sebagai salah satu kemitraan strategis terpenting di kawasan. Kedua negara secara rutin menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama politik, keamanan, dan ekonomi di tengah dinamika geopolitik regional.

Curated For You

Editorial Team

Related Article