Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mendikdasmen: Aturan Keterlibatan Kantin di MBG Masih Digodok BGN

Mendikdasmen: Aturan Keterlibatan Kantin di MBG Masih Digodok BGN
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti (dok. Sekretariat Presiden)
Intinya Sih
  • Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama BGN masih menyusun aturan keterlibatan kantin sekolah dalam program Makan Bergizi Gratis agar pelaksanaannya berjalan optimal.
  • Penerima manfaat MBG akan difokuskan hanya kepada siswa yang benar-benar membutuhkan, sesuai hasil rapat tingkat menteri untuk memastikan penyaluran tepat sasaran.
  • Program MBG juga dirancang sebagai bagian dari pendidikan karakter, menanamkan kebiasaan makan sehat dan bergizi bagi siswa melalui panduan yang telah diterbitkan Kemendikdasmen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengatakan, skenario kebijakan terkait keterlibatan kantin sekolah dalam distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih dalam tahap penyusunan bersama Badan Gizi Nasional (BGN).

"Jadi belum ada keputusan soal bagaimana nanti kantin dan berbagai pelayanan lainnya. Agar MBG berjalan dengan baik, tentu semua harus melalui pengkajian yang mendalam," kata Abdul Mu'ti di Yogyakarta, dikutip dari ANTARA, Minggu (5/7/2026).

1. Penerima MBG hanya yang membutuhkan

Siswa SMKN 1 Jakarta saat menerima MBG
Siswa SMKN 1 Jakarta saat menerima MBG. (IDN Times/Amir Faisol)

Mu'ti mengatakan, saat ini pembahasan yang telah diputuskan dalam rapat tingkat menteri adalah terkait sasaran penerima manfaat MBG yang nantinya tidak diberikan kepada seluruh siswa, melainkan hanya kepada mereka yang membutuhkan.

"Yang sudah diputuskan dalam rapat tingkat menteri adalah penerima MBG ini nanti tidak untuk semuanya, tetapi hanya untuk yang memerlukan," ujarnya.

2. Penyaluran MBG tepat sasaran jika untuk siswa yang membutuhkan

01K710WTQK8SRHDC5D9PKECFJR.png
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah 3T (dok. Humas BGN)

Ia menilai, penyaluran manfaat MBG akan lebih tepat sasaran apabila diprioritaskan bagi siswa yang benar-benar membutuhkan.

"Jadi memang ya lebih tepat siapa yang paling berhak menerima, itu yang dilayani," katanya.

3. MBG bagian pendidikan penguatan karakter siswa

IMG-20260507-WA0041.jpg
SPPG Jetis Patalan 3 yang memberikan layanan MBG pada siswa SDN Kowang Jetis. (IDN Times/Daruwaskita)

Kemendikdasmen juga terus menekankan, MBG tidak hanya sebatas pemberian makanan bergizi, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan pendidikan karakter siswa di sekolah. Program tersebut, kata dia, merupakan salah satu dari tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, yakni membiasakan makan sehat dan bergizi.

"Kami sudah menerbitkan berbagai panduan mengenai bagaimana pendidikan karakter terintegrasi dengan MBG," ujarnya.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More