Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Klaim Menangi Perang, Trump Ngaku Gak Ngebet Negosiasi dengan Iran
potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)
  • Donald Trump mengaku tidak terlalu ingin bernegosiasi dengan Iran karena mengklaim AS telah memenangi perang dan Iran kalah secara militer.
  • Meski negosiasi tetap berjalan, Trump memuji utusannya Steve Witkoff dan menegaskan Iran tidak akan diizinkan mengembangkan senjata nuklir.
  • Trump menjanjikan perang berakhir setelah pemilu sela November, tetapi ketegangan berlanjut dan Pentagon diminta menyiapkan opsi serangan baru ke Iran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengaku dirinya tidak terlalu ingin bernegosiasi dengan Iran. Sebab, Trump mengklaim AS sudah tidak perlu bernegosiasi lagi dengan Iran karena sudah memenangi perang. Trump juga menganggap Iran kini sudah kalah secara militer.

Meski begitu, Trump mengaku bahwa negosiasi antara AS dan Iran saat ini masih berjalan. Negosiasi tersebut terkait dengan penghentian program senjata nuklir Iran. Trump mengatakan, negosiasi ini dilakukan karena ia tidak akan membiarkan Iran untuk mengembangkan senjata pemusnah massal tersebut.

1. Trump mengapresiasi jajarannya yang melakukan negosiasi dengan Iran

ilustrasi negosiasi (pexels.com/Monstera Production)

Oleh karena itu, Trump mengapresiasi para jajarannya yang kini sedang bernegosiasi dengan Iran, terutama utusannya, Steve Witkoff. Ia mengatakan, negosiasi antara Washington dan Teheran menunjukkan hasil positif berkat kinerja Witkoff.

"Dia sedang mengerjakan kesepakatan dengan Iran dan dia melakukannya dengan sangat baik. Saya rasa, kesepakatan itu bukanlah sesuatu yang benar-benar ingin saya lakukan. Namun, mereka bersedia menawarkan apa pun kepada kita untuk menghentikannya. Mereka tidak akan pernah memiliki senjata nuklir," kata Trump kepada para pendukungnya di sebuah rapat umum kampanye jelang pemilihan umum sela AS pada 3 November mendatang di San Antonio, Texas, Rabu (7/10/2026), seperti dilansir Anadolu Agency.

2. Trump menyebut perang dengan Iran akan segera berakhir

potret Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (commons.wikimedia.org/Shealeah Craighead)

Dalam kesempatan tersebut, Trump lagi-lagi mengklaim bahwa perang antara AS dan Iran akan segera berakhir. Bahkan, ia menjanjikan perang yang sudah terjadi sejak 28 Februari lalu itu akan berakhir setelah pemilu sela AS pada November mendatang. Sebab, Trump menyebut Iran kini sudah tidak bisa lagi melanjutkan perang dengan AS.

"Perang itu (perang AS dan Iran) akan berakhir. Itu akan segera terjadi dan itu harus segera terjadi. Iran adalah negara yang gagal," lanjut Trump.

3. Trump kerap mengklaim perang AS dan Iran segera berakhir

ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

Trump sendiri sudah berulang kali mengklaim bahwa perang antara AS dan Iran akan segera berakhir. Namun, itu semua sebetulnya hanya klaim belaka atau cuitan di media sosial. Sebab, dalam praktiknya, ketegangan antara Washington dan Teheran kini masih berlanjut.

Pada Rabu, seorang pejabat AS anonim dari Gedung Putih menyebut bahwa Trump telah meminta Kementerian Pertahanan (Kemhan) AS (Pentagon) menyiapkan opsi operasi militer untuk melakukan serangan baru ke Iran. Jika serangan ini terjadi, perang antara AS dan Iran tentu akan semakin berlarut-larut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article