Trump Disebut Minta Pentagon Lanjut Serang Iran Sebelum Pemilu Sela

- Trump dilaporkan meminta Pentagon menyiapkan opsi serangan terbatas terhadap fasilitas energi Iran sebelum pemilu sela AS 3 November; CENTCOM masih membahasnya tanpa keputusan.
- Sejumlah pejabat AS skeptis karena serangan dinilai dapat menghambat perdamaian Washington-Teheran dan belum tentu menguntungkan AS.
- Sebagian pendukung Trump melihat serangan dapat mendongkrak Partai Republik dan menurunkan harga bensin, sementara lainnya khawatir korban pasukan AS justru merusak elektabilitas.
Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dikabarkan telah meminta Kementerian Pertahanan (Kemhan) AS (Pentagon) menyiapkan opsi operasi militer untuk melakukan serangan baru ke Iran. Dalam pernyataannya kepada The Atlantic, Rabu (7/10/2026), dua pejabat Gedung Putih anonim mengatakan, Trump ingin Pentagon menyiapkan serangan terbaru ke Iran sebelum pemilihan umum (pemilu) sela AS yang bakal dihelat pada 3 November mendatang.
Salah satu dari dua pejabat tersebut menambahkan, Komando Tengah (CENTCOM) militer AS saat ini juga sedang mempertimbangkan dan mendiskusikan permintaan dari Trump. CENTCOM sendiri merupakan salah satu sayap militer AS yang ditugaskan untuk menyerang Iran. Namun, mereka hingga saat ini belum memutuskan apa pun.
1. Serangan terbaru akan dilakukan ke fasilitas energi Iran

ilustrasi fasilitas minyak (pexels.com/Michael Pointner) Serangan terbaru ke Iran ini rencananya akan ditujukan ke fasilitas energi, seperti situs produksi minyak dan pembangkit listrik. Namun, serangan tidak akan dilakukan besar-besaran atau secara menyeluruh, tetapi hanya akan dilakukan secara terbatas.
Namun, sejumlah pejabat AS justru skeptis terhadap rencana Trump melakukan serangan baru ke Iran. Mereka menilai, langkah tersebut malah akan menghambat upaya perdamaian antara Washington dan Teheran. Selain itu, mereka juga menilai serangan baru ke Iran belum tentu akan memberi dampak positif bagi AS.
2. Pendukung Trump menyambut rencana serangan baru ke Iran

potret para pendukung Donald Trump (pexels.com/Michael Anthony) Di sisi lain, sejumlah pendukung Trump justru menyambut baik rencana serangan baru ke Iran. Mereka menilai serangan ke Iran akan menunjukkan keberhasilan Trump dan militer AS untuk memerangi Teheran. Hal ini, kata mereka, tentu akan berpengaruh positif terhadap elektabilitas Partai Republik, partai pendukung Trump, dalam pemilu mendatang.
Selain itu, para pendukung Trump juga menilai serangan ke Iran akan menurunkan harga bensin di AS. Sebab, langkah ini dinilai akan memaksa Iran untuk membuka Selat Hormuz sehingga pasokan minyak dari Timur Tengah ke pasar global, termasuk ke Negeri Paman Sam akan lancar. Jika pasokan minyak lancar, maka harga bahan bakar akan menurun.
3. Pendukung Trump lainnya ragu akan rencana serangan ke Iran

potret Kota Bandar Abbas, Iran (commons.wikimedia.org/alirezaseydabady) Namun, pendukung Trump lainnya justru ragu akan rencana serangan baru ke Iran. Sebab, jika ada pasukan AS yang tewas dalam operasi tersebut, publik pasti akan menganggap serangan Washington ke Teheran telah gagal. Jika itu terjadi, elektabilitas Partai Republik tentu akan merosot drastis. Jika elektabilias menurun, maka partai tersebut berpotensi kalah dalam pemilu sela bulan depan.
Sebagai informasi, pemilu sela di AS merupakan pemilu yang digelar dua tahun sekali atau ketika presiden genap menjabat selama dua tahun. Berbeda dengan pemilu utama, di pemilu sela, warga AS tidak akan memilih presiden dan wakilnya, tetapi hanya akan memilih anggota parlemen dan senat. Nantinya, partai yang memenangi pemilu sela akan mendominasi kursi di parlemen dan senat AS.
























