NOC telah memerintahkan seluruh pabrik pengisian gas untuk mengedarkan tabung seberat 7,1 kilogram atau setengah dari ukuran normal 14,2 kilogram. Langkah ini meniru strategi sukses yang pernah dilakukan Nepal saat menghadapi masa sulit pada tahun 2015 dan masa pandemi tahun 2020. Tujuannya adalah agar pembagian gas kepada warga bisa dilakukan secara adil dan merata.
Harga untuk tabung gas setengah isi ini ditetapkan sebesar 955 rupee Nepal (Rp109,2 ribu). Pemerintah sengaja mematok harga tersebut agar tetap murah dan bisa dibeli oleh masyarakat kelas menengah ke bawah yang sedang kesulitan ekonomi. Dengan harga yang terjangkau, diharapkan beban hidup masyarakat tidak semakin berat di tengah situasi dunia yang tidak menentu.
Direktur Eksekutif NOC, Chandika Prasad Bhatta, menegaskan bahwa aturan ini sangat mendesak untuk dilakukan demi menjaga stok energi negara dalam jangka panjang. Ia berharap masyarakat tidak lagi berebut untuk menimbun gas di rumah masing-masing.
"Penjatahan ini diharapkan dapat mengakhiri kepanikan dan serbuan untuk melakukan penimbunan," ujarnya, dilansir Fine Day Radio.
Melalui kebijakan ini, pemerintah Nepal optimistis kebutuhan bahan bakar seluruh warga tetap terpenuhi meskipun jalur pasokan internasional sedang terganggu. Pengawasan ketat juga akan dilakukan di lapangan untuk memastikan setiap agen menjual gas sesuai dengan aturan berat dan harga yang telah ditentukan.