Timur Tengah Memanas, KTT D8 Ditunda!

- Pemerintah Indonesia menunda pelaksanaan KTT D8 di Jakarta karena situasi memanas di Timur Tengah yang belum menunjukkan tanda-tanda deeskalasi.
- Penundaan disepakati oleh seluruh negara anggota D8, sementara jadwal baru KTT masih dibahas dan kegiatan non-KTT tetap berjalan sesuai rencana.
- Indonesia tetap menjabat sebagai Ketua D8 periode 2026–2027, memimpin organisasi ekonomi beranggotakan sembilan negara berkembang dengan total PDB kolektif sekitar 5,1 triliun dolar AS.
Jakarta, IDN Times - Direktur Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI Tri Tharyat mengumumkan ditundanya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Developing 8 (D8) di Jakarta. Penundaan dikarenakan situasi yang terjadi di Timur Tengah.
“Ada perkembangan sejak 28 Februari di kawasan Timur Tengah mencermati dan mengkaji dari dekat perkembangan yang ada dan hingga hari ini sangat disayangkan belum tampak ada tanda-tanda deeskalasi,” kata Tri, dalam jumpa pers Kementerian Luar Negeri di Jakarta, Jumat (13/3/2026).
Tri menuturkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan erat dengan para negara anggota D8 terkait pelaksanaan KTT yang rencananya akan digelar di Jakarta, 13-15 April mendatang.
“Dan akhirnya pada tadi malam, Bapak Menteri Luar Negeri menandatangani surat dari Pak Menlu kepada mitra-mitranya yang berisikan penundaan perlaksanaan KTT D8 dan juga seluruh rangkaian kegiatannya jadi sebagaimana diinfokan sebelumnya,” jelasnya.
Tri menambahkan, seluruh negara anggota D8 memahami penundaan tersebut. Sementara untuk tanggal pelaksanaan KTT masih dalam pembahasan lebih lanjut.
“Saat ini kita memantau perkembangan yang masih terus berlangsung di wilayah Timur Tengah khususnya,” sambung dia.
KTT D8 rencananya digelar di Jakarta pada 13-15 April 2026. Kegiatan D8 yang ditunda, antara lain KTT D8, Business Forum dan Halal Expo. Kegiatan selain KTT D8 tersebut tetap akan berjalan.
Indonesia menjadi Ketua D8 Organization for Economic Cooperation mulai 1 Januari 2026, untuk periode 2026–2027. Meskipun KTT ditunda, namun Indonesia tetap menjadi Ketua D8.
D8 merupakan organisasi kerja sama ekonomi negara-negara berkembang yang terdiri dari Azerbaijan, Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Nigeria, Pakistan dan Turki. Organisasi ini mewakili sekitar 1,3 miliar penduduk dunia, memiliki total Produk Domestik Bruto kolektif sekitar 5,1 triliun dolar AS, serta mencatat perdagangan intra-D-8 sebesar kurang lebih 157 miliar dolar AS.
Dengan komposisi geografis yang luas mencakup Asia Selatan, Asia Tenggara, Asia Tengah, Timur Tengah, dan Afrika, D8 menempati posisi yang semakin strategis sebagai blok ekonomi penyeimbang dan motor penggerak kerja sama ekonomi Selatan–Selatan.















