Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Iran Garang! Mojtaba Ancam Serang Pangkalan Militer AS di Timur Tengah

Iran Garang! Mojtaba Ancam Serang Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Mojtaba Khamenei dan putranya pada pawai Hari Kemenangan tanggal 8 Juni 2018 (Fars Media Corporation, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Mojtaba Khamenei, pemimpin tertinggi baru Iran, mengancam akan menyerang pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah dan menuntut penutupan seluruh basis AS di kawasan tersebut.
  • Iran melancarkan serangan balasan terhadap Israel dan pangkalan AS serta menutup Selat Hormuz sebagai tekanan politik, memperingatkan kapal yang melintas tanpa izin akan diserang.
  • Serangan besar-besaran Amerika Serikat dan Israel ke Iran menewaskan lebih dari 1.300 orang, termasuk tokoh penting seperti Ayatollah Ali Khamenei dan anggota keluarga Mojtaba.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pemimpin tertinggi baru Iran Mojtaba Khamenei mengancam akan terus menyerang pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato perdananya setelah resmi ditunjuk sebagai pemimpin tertinggi Iran awal pekan ini.

Dalam pernyataan yang disampaikan pada Kamis (12/3/2026), Mojtaba memberikan ultimatum kepada Amerika Serikat agar menutup seluruh pangkalan militernya di kawasan tersebut.

“Seluruh pangkalan AS di kawasan harus segera ditutup, jika tidak pangkalan-pangkalan itu akan diserang,” kata Mojtaba, dikutip dari Al Jazeera.

Meski menyampaikan ancaman keras terhadap Washington, Mojtaba menegaskan, Iran tetap ingin memperkuat hubungan dengan negara-negara Arab di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, Teheran tetap berkomitmen menjaga persahabatan dengan negara-negara Arab meskipun konflik dengan Amerika Serikat dan Israel terus meningkat.

1. Bersumpah balas dendam

Iran Garang! Mojtaba Ancam Serang Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Mojtaba Khamenei dan putranya pada pawai Hari Kemenangan tanggal 8 Juni 2018 (Tasnim News Agency, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Dalam pernyataan perdananya, ia bersumpah akan membalas serangan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk pemimpin tertinggi sebelumnya. Dalam pidato yang disiarkan televisi pemerintah Iran pada Kamis (12/3/2026), Mojtaba menegaskan, Teheran akan menuntut balas atas kematian para tokoh Iran yang gugur dalam serangan tersebut.

“Kami akan membalas darah para martir kami,” kata Mojtaba.

Ia menegaskan, pembalasan terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab menjadi prioritas utama bagi pemerintah Iran saat ini.

“Pembalasan adalah prioritas, sampai sepenuhnya tercapai,” ujarnya.

2. Iran tetap tutup Selat Hormuz

Iran Garang! Mojtaba Ancam Serang Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
ilustrasi Selat Hormuz (pexels.com/Lara Jameson)

Sebagai respons atas serangan tersebut, Iran langsung melancarkan serangan balasan pada hari yang sama terhadap Israel dan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Serangan balasan tersebut semakin meningkat setelah kematian Ayatollah Ali Khamenei diumumkan secara resmi. Beberapa negara Arab bahkan menyampaikan kecaman terhadap operasi militer yang berlangsung karena dinilai telah melanggar kedaulatan wilayah mereka.

Di tengah eskalasi konflik tersebut, Iran juga mengambil langkah strategis dengan menutup Selat Hormuz, jalur perdagangan minyak global yang sangat vital. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) turut memperingatkan, setiap kapal yang melintas di Selat Hormuz dan mengabaikan peringatan dari pihak Iran akan menjadi sasaran serangan.

Mojtaba juga menegaskan, Iran akan terus menutup Selat Hormuz sebagai bagian dari tekanan terhadap negara-negara yang dianggap memusuhi Iran.

“Selat Hormuz akan terus ditutup untuk menekan musuh-musuh Iran,” kata Mojtaba.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia karena menjadi rute utama pengiriman minyak dari kawasan Teluk.

3. Lebih dari 1.300 orang tewas di Iran

Iran Garang! Mojtaba Ancam Serang Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Sekolah Shajareh Tayyebeh di kota Minab, Iran (Mehr News Agency, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat tajam sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Iran pada 28 Februari 2026. Serangan tersebut menewaskan sejumlah tokoh penting Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Beberapa anggota keluarga Khamenei juga dilaporkan tewas dalam serangan tersebut, termasuk istri Mojtaba yang juga merupakan menantu dari Ali Khamenei serta ibu Mojtaba. Selain itu, sejumlah pejabat tinggi keamanan Iran juga menjadi korban dalam serangan tersebut.

Adapun jumlah korban tewas di Iran hingga saat ini dilaporkan telah mencapai lebih dari 1.300 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati
Follow Us

Latest in News

See More