Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Korsel Sukses Luncurkan Roket Nuri, 5 Satelit Pengamatan Bumi Mengorbit
Presiden Korsel Lee Jae Myung menyaksikan siaran langsung peluncuran roket Nuri dari kantor kepresidenan di Seoul, pada Rabu (7/10/2026). (x.com/Jaemyung_Lee)
  • Roket Nuri misi kelima sukses diluncurkan dari Pusat Antariksa Naro, membawa 15 satelit ke orbit sinkron Matahari setinggi sekitar 575 kilometer.
  • Nuri menempatkan lima mikrosatelit NEONSAT dan sembilan dari sepuluh CubeSat sekunder; kontak awal NEONSAT dikonfirmasi, untuk mendukung pengamatan Bumi, penanggulangan bencana, dan keamanan nasional.
  • Korsel menargetkan konstelasi 10 satelit melalui penerbangan keenam pada 2027, memperpanjang program hingga 2032, serta mendorong peluncuran Nuri setidaknya sekali setahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Roket buatan Korea Selatan (Korsel), Nuri (KSLV-II), sukses meluncur dalam misi kelimanya pada Rabu (7/10/2026) dari Pusat Antariksa Naro di Goheung. Membawa 15 satelit menuju orbit sinkron matahari pada ketinggian sekitar 575 kilometer di atas Bumi. Keberhasilan ini menjadi tonggak penting bagi pengembangan teknologi antariksa dan satelit nasional Korsel.

Roket seberat 200 metrik ton tersebut berhasil melepas 5 satelit mikrosatelit utama (NEONSAT No. 2 hingga 6) secara berurutan dan akurat ke orbit target, serta 9 dari 10 muatan CubeSat sekunder.

Misi kelima ini menjadi bukti keunggulan wahana peluncur dengan mencatatkan keberhasilan beruntun untuk keempat kalinya. Peluncuran perdananya pada 2021 gagal menempatkan muatan tiruan ke orbit setelah mesin tahap ketiga mati lebih awal.

1. Proses peluncuran roket Nuri dan penempatan 5 satelit NEONSAT

Ilustrasi luar angkasa. (unsplash.com/NASA)

Korea Herald melaporkan, proses peluncuran Nuri dimulai sejak Rabu pagi dengan pemeriksaan sistem propelan yang rampung pada pukul 07.50, dilanjutkan pengisian bahan bakar hingga struktur pendukung ditarik jelang siang. Roket beralih ke sistem otomatis dan lepas landas tepat pukul 12.25 siang waktu setempat tanpa mengalami penundaan.

Dalam penerbangannya, Nuri sacara berturut-turut melepaskan tahap pertama, selubung muatan, dan tahap kedua pada ketinggian yang telah ditentukan. Sistem pemisahan guncangan rendah yang baru diterapkan untuk memastikan kelima mikrosatelit utama terlepas dengan aman tanpa saling mendekati, sekaligus menguji akurasi pelepasan muatan ganda.

Keberhasilan menempatkan 5 mikrosatelit pengamatan Bumi, membuka jalan bagi Korsel menuju layanan peluncuran komersial. Kelima satelit ini masing-masing berbobot di bawah 100 kilogram, dan dirancang untuk beroperasi sebagai konstelasi guna memberikan citra resolusi tinggi bagi penanggulangan bencana dan keamanan nasional.

Badan Antariksa Korsel (KASA) mengonfirmasi bahwa kelima satelit NEONSAT-6 telah berhasil melakukan kontak pertamanya dengan Stasiun King Sejong Korea di Antartika pada pukul 13.08. Kontak awal dengan empat satelit lainnya diperkirakan terjadi sekitar pukul 16.30 melalui stasiun bumi di Daejeon, Pulau Jeju, Antartika, hingga Svalbard di Norwegia. Rangkaian komunikasi ini memastikan seluruh satelit berfungsi normal dan siap menjalankan misi operasionalnya.

2. Korsel targetkan konstelasi 10 satelit dan peluncuran tahunan

Bendera Korea Selatan. (Unsplash.com/Stephanie Nakagawa)

Penerbangan keenam Nuri yang dijadwalkan pada paruh kedua tahun 2027 akan membawa 5 satelit tambahan untuk melengkapi konstelasi 10 satelit. Konfigurasi penuh ini diproyeksikan mampu memantau Semenanjung Korea lebih dari tiga kali sehari secara real-time.

Dengan rampungnya komunikasi awal seluruh satelit NEONSAT, pihak otoritas antariksa kini berfokus pada pemeriksaan kinerja dan operasi orbit awal. Keberhasilan ini tidak hanya memperkuat posisi strategis Negeri Ginseng di kancah global, tetapi juga membuktikan kematangan teknologi manufaktur satelit massal di dalam negeri.

Sebelumnya, pemerintah Korsel telah memperpanjang program Nuri dengan menambahkan 5 penerbangan ekstra hingga 2032. Dukungan tersebut disertai suntikan dana sebesar 328 miliar won (sekitar Rp4,3 triliun). Penambahan jadwal ini dirancang khusus, guna mendorong pertumbuhan ekosistem kedirgantaraan dalam negeri.

3. Komitmen Presiden Korsel dalam mewujudkan kedaulatan antariksa

Presiden Korsel Lee Jae Myung (tengah) menyaksikan siaran langsung peluncuran roket Nuri dari kantor kepresidenan di Seoul, pada Rabu (7/10/2026). (x.com/Jaemyung_Lee)

Presiden Korsel Lee Jae Myung menyaksikan langsung peluncuran sukses tersebut dari kantor kepresidenan bersama para pejabat tinggi. Ia menyambut hangat pencapain itu.

"Keberhasilan peluncuran misi kelima Nuri membawa kita selangkah lebih dekat menuju kedaulatan antariksa, merintis penjelajahan kosmos dengan kekuatan kita sendiri," kata Lee di X.

"Di masa depan, kami akan terus berupaya meluncurkan satelit-satelit kami ke luar angkasa menggunakan kendara peluncur buatan sendiri kapan pun kami inginkan," sambungnya.

Sebagai bentuk komitmen lanjutan, Lee menyerukan agar interval peluncuran Nuri dapat dipersingkat. Langkah tersebut untuk mempercepat kemajuan teknologi satelit. Pemerintah menargetkan jadwal terbang setidaknya sekali setahun, guna memberi ruang bagi perusahaan domestik bersaing di pasar transportasi ruang angkasa global.

Dukungan politik juga diperkuat oleh parlemen. Anggota DPR Song Ki-heon, ketua Komite Sains dan Teknologi Informasi Komunikasi Majelis Nasional, berjanji akan memberikan dukungan legislatif dan anggaran untuk membantu keberlanjutan peluncuran roket Nuri, serta memperkuat industri antariksa Korea.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article