Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Korsel Uji Terbang Senjata Hipersonik, Melaju 5 Kali Kecepatan Suara
ilustrasi peluncuran rudal (pexels.com/SpaceX)
  • Korea Selatan sukses menguji terbang perdana senjata hipersonik domestik yang mencapai sedikitnya lima kali kecepatan suara, bermanuver sebelum menghantam sasaran.
  • Presiden Lee Jae Myung menyaksikan uji coba dan inspeksi rudal Hyunmoo-5, menegaskan penguatan pertahanan mandiri serta pengurangan ketergantungan keamanan pada Amerika Serikat.
  • Uji coba terjadi di tengah ketegangan dengan Korea Utara, yang sebelumnya meluncurkan rudal hipersonik jarak menengah dan membantah keterlibatan dalam ledakan ranjau perbatasan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Korea Selatan (Korsel) menggelar uji terbang perdana senjata hipersonik buatan dalam negeri pada Kamis (8/10/2026). Senjata hipersonik merupakan sistem yang mampu melaju setidaknya lima kali kecepatan suara serta mengubah arah di udara, sehingga sulit dilacak dan dicegat.

Presiden Korsel Lee Jae Myung turut menyaksikan pengujian tersebut. Dilansir Wion News, kantor kepresidenan menyebut senjata itu terlepas dari roket pendorong pada ketinggian yang telah ditentukan, lalu melakukan manuver vertikal dan horizontal sebelum menghantam sasaran, sedangkan lokasi pengujian tak diungkapkan.

1. Lee perkuat pertahanan mandiri Korsel

ilustrasi rudal (pexels.com/Aseem Borkar)

Setelah pengembangannya rampung, senjata tersebut dirancang untuk menyerang sasaran kunci secara mendadak di palagan operasi Semenanjung Korea. Lee menilai pengujian itu menjadi langkah besar untuk memperkuat pertahanan konvensional dan menyatakan Korsel harus mengamankan keamanannya melalui kekuatan sendiri.

Pada kesempatan yang sama, dilansir The Independent, Lee juga memeriksa rudal balistik terkuat milik Korsel, Hyunmoo-5. Kegiatan itu memperlihatkan fokus pemerintah pada peningkatan kemampuan pertahanan mandiri sekaligus pengurangan ketergantungan terhadap Amerika Serikat (AS).

2. Korut luncurkan rudal hipersonik jarak menengah

Kim Jong Un dan Menteri Pertahanan Rusia berpartisipasi dalam serangkaian upacara resmi untuk merayakan peringatan 70 tahun Hari Kemenangan dalam Perang Pembebasan Tanah Air Besar. (Mil.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Pengujian Korsel berlangsung setelah Korea Utara (Korut) meluncurkan rudal hipersonik jarak menengah. Korut menyatakan rudal tersebut terbang lebih dari seribu kilometer, sedangkan Korsel mendeteksi jarak lebih dari 700 kilometer.

Kementerian Pertahanan Jepang memperkirakan rudal itu menempuh sekitar 680 kilometer sebelum jatuh di luar zona ekonomi eksklusif Jepang. Perbedaan perkiraan jarak tersebut kemudian dipersoalkan Kim Yo Jong.

3. Ketegangan perbatasan tingkatkan tekanan Korsel

Bendera Korea Selatan (pexels.com/byunghyun)

Ketegangan di Semenanjung Korea meningkat setelah tiga prajurit Korsel terluka akibat ledakan ranjau darat bulan lalu di perbatasan antar-Korea yang dijaga ketat. Militer Korsel dan Komando Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dipimpin AS menyimpulkan ranjau tersebut ditanam Korut, sementara Pyongyang membantahnya dan mengejek tuntutan permintaan maaf.

Kim Yo Jong, adik perempuan Pemimpin Korut Kim Jong Un yang berpengaruh, mengklaim perbedaan perkiraan jarak tersebut menunjukkan ketidakmampuan melacak rudal selama penerbangan dan karenanya tidak mampu mencegatnya. Kondisi itu menjadi kemunduran bagi Lee yang mendukung dialog dengan Korut.

Kim Jong Un sejauh ini menolak seruan Presiden AS Donald Trump untuk menghidupkan kembali diplomasi yang terhenti sejak 2019. AS mengurangi skala latihan militer besar bersama Korsel pada Agustus, dengan Trump menyebut dirinya memiliki hubungan yang sangat baik dengan Kim.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article