Jakarta, IDN Times - Kementerian Luar Negeri Kuba mengumumkan pembebasan 51 tahanan politik di negaranya dalam beberapa hari ke depan. Pembebasan ini setelah adanya persetujuan antara pemerintah Kuba dengan Vatikan.
“Pemerintah Kuba akan membebaskan 51 tahanan politik. Semua dilakukan sebagai bagian dari hukuman dan mereka mampu menjaga perilaku baik selama berada di penjara,” tuturnya, dikutip dari EFE, Jumat (13/3/2026).
Pembebasan ini menjadi lanjutan dari negosiasi antara Kuba dan Vatikan. Pada Januari 2025, Kuba sudah membebaskan tokoh oposisi, Jose Daniel Ferrer sebagai bagian pembebasan lebih dari 500 tahanan politik.
