Presiden Ekuador Usir Dubes Kuba, Ada Apa?

- Presiden Ekuador Daniel Noboa mengusir Duta Besar Kuba dan seluruh diplomatnya, memberi waktu 48 jam untuk meninggalkan negara tersebut demi menjaga kepentingan nasional.
- Pemerintah Ekuador juga menarik duta besarnya dari Kuba serta beberapa negara Karibia, sesuai kewenangan presiden dalam hukum diplomatik nasional.
- Ekuador dan Amerika Serikat meluncurkan operasi militer gabungan melawan penyelundupan narkoba, disertai pemberlakuan jam malam di empat provinsi paling terdampak kekerasan.
Jakarta, IDN Times - Presiden Ekuador, Daniel Noboa resmi menetapkan persona non-grata kepada Duta Besar Kuba di Quito. Ia memberikan waktu kepada duta besar dan seluruh diplomat Kuba untuk meninggalkan negara Amerika Selatan itu dalam waktu 48 jam.
“Pemerintah Ekuador memastikan komitmennya untuk menghormati hukum internasional dan mempertahankan kepentingan nasionalnya,” ungkapnya, dikutip dari CNN, Kamis (5/3/2026).
Keputusan Ekuador ini dilakukan menyusul ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Kuba dalam beberapa bulan terakhir. Sementara itu, Noboa dikenal memiliki kedekatan dengan pemerintahan AS.
1. Ekuador memanggil Dubes dari sejumlah negara Karibia
Pada saat yang sama, Noboa juga menarik Duta Besar Ekuador di Kuba, José María Borja López. Selain di Kuba, ia juga menjabat sebagai kepala diplomat untuk beberapa negara Karibia, seperti Dominika, Jamaika, dan Saint Vincent dan Granada.
Menanggapi keputusan ini, Noboa tidak memberikan keterangan pasti soal penarikan dubes di Kuba. Namun, ia menyebut bahwa sesuai hukum di Ekuador, presiden dapat memberhentikan dan menarik kepala misi diplomatik dari negara lain.
2. AS dan Ekuador gelar operasi militer gabungan lawan geng penyelundup narkoba
Sehari sebelumnya, AS dan Ekuador sudah memulai operasi gabunngan untuk melawan penyelundupan narkoba di Ekuador. Namun, tidak dijelaskan personel militer AS yang ikut dalam operasi ini.
“Operasi ini adalah contoh kuat dari komitmen rekan kami di Amerika Latin dan Karibia untuk melawan teroris penyelundup narkoba,” terang Komando Selatan Militer AS, dikutip dari UPI.
Operasi militer AS di Ekuador ini menjadi yang pertama kali dilakukan. Sebelumnya, AS hanya terlibat dalam perlawanan udara terhadap kapal penyelundup narkoba di Pasifik dan Karibia.
3. Ekuador menetapkan jam malam di area paling terdampak kekerasan
Kementerian Pertahanan Ekuador mengamini adanya operasi gabungan antara AS dan Ekuador. Otoritas setempat juga sudah memberlakukan aturan jam malam di empat provinsi paling terdampak kekerasan.
Beberapa tahun terakhir, Ekuador sudah menjadi pusat penting dalam penyelundupan narkoba dan menyebabkan maraknya kasus kekerasan. Sebab, Ekuador terletak di tengah dua produsen kokain terbesar di dunia, yakni Kolombia dan Peru.


















