Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Trump Siapkan Perjanjian untuk Ubah Ekonomi Kuba

Trump Siapkan Perjanjian untuk Ubah Ekonomi Kuba
suasana di Havana, Kuba (unsplash.com/dmrschmidt)
Intinya Sih
  • Donald Trump menyiapkan perjanjian ekonomi baru dengan Kuba, termasuk rencana pencabutan pembatasan kunjungan wisatawan AS di tengah tekanan Washington terhadap Havana.
  • Pemerintah Kuba mengonfirmasi adanya komunikasi dengan AS, namun menegaskan belum ada negosiasi resmi terkait kerja sama ekonomi yang disebutkan oleh Trump.
  • Krisis BBM akibat blokade AS membuat pariwisata Kuba anjlok, dengan penurunan jumlah wisatawan asing dan gangguan layanan publik yang memengaruhi sektor wisata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Senin (9/3/2026), mengaku sedang mempersiapkan perjanjian ekonomi dengan Kuba. Langkah ini dilakukan di tengah tekanan besar Washington kepada Havana. 

Dilansir The Tico Times, Trump menyebut pemerintah Kuba ingin segera bernegosiasi dan sudah berbicara dengan Menteri Luar Negeri (Menlu) AS, Marco Rubio. Rencana itu termasuk pengangkatan pembatasan kunjungan wisatawan AS ke Kuba. 

Beberapa bulan terakhir, Kuba dilanda krisis energi terbesar imbas blokade AS. Negara Karibia itu terpaksa melakukan pemadaman dan merelokasi sejumlah turis imbas kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). 

1. Trump sebut akan ada perubahan substansial di Kuba

Trump mengatakan akan ada perubahan substansial di Kuba sebelum akhir Maret. Ia memastikan bahwa AS akan terus menekan Kuba dengan mencegah mendapatkan akses BBM. 

“Anda dapat kembali ke Kuba dan tidak membutuhkan izin untuk terbang ke sana. Saya akan melihat itu. Saya hanya ingin menunggu dalam beberapa pekan, tapi kita semua akan melihatnya lagi. Saya akan merayakan apa yang terjadi di Kuba,” tuturnya, dikutip dari The Latin Times.

Namun, Trump memastikan ingin menyelesaikan konflik di Iran terlebih dahulu. Sebelum nantinya mulai untuk mengarah ke negara Karibia tersebut.

2. Kuba akui sudah berkomunikasi dengan AS

Deputi Menlu Kuba, Carlos Fernandez de Cossio mengakui bahwa ada komunikasi dengan AS. Namun, ia menolak adanya negosiasi yang sebenarnya dalam komunikasi tersebut. 

“Kami sudah bertukar pesan, kami memiliki kedutaan, kami sudah berkomunikasi, tapi kami tidak dapat mengatakan bahwa kami sudah bernegosiasi secara resmi,” paparnya, dilansir dari CiberCuba.

3. Krisis BBM sebabkan industri pariwisata Kuba lesu

Sejumlah pakar mengatakan bahwa industri pariwisata Kuba akan mengalami masa terburuk sama seperti saat pandemik COVID-19. Diketahui antara Januari-November 2025, jumlah wisatawan asing di Kuba hanya sebesar 1,6 juta orang. 

Saat ini, wisatawan asal Kanada menjadi pengunjung terbesar di negara Karibia tersebut atau 40 persen dari total turis asing. Namun, krisis BBM yang berbuntut pada pemadaman listrik dan tidak beroperasinya fasilitas umum membuat turis enggan datang ke Kuba. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More