Jakarta, IDN Times - Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel mengatakan bahwa tidak akan menolak bantuan dari Amerika Serikat (AS) senilai 100 juta dolar AS (Rp1,7 triliun). Bantuan tidak akan ditolak jika disalurkan di bawah lembaga internasional.
“Jika pemerintah AS memang siap untuk menyediakan bantuan yang sudah diumumkan. Tidak akan ada halangan untuk masuk ke Kuba. Prioritas kebutuhan di Kuba adalah bahan bakar minyak (BBM), makanan, dan obat-obatan,” terangnya, dikutip dari The Latin Times, Jumat (15/5/2026).
Beberapa bulan terakhir, Kuba sudah dilanda krisis energi akut usai blokade dari AS. Negara Karibia itu juga sudah menyatakan niat untuk bernegosiasi dengan Washington dalam menyelesaikan ketegangan.
