Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kunjungi Laos, Wamenlu Anis Bahas Ekonomi dan Tantangan Kawasan
Wamenlu Anis Matta lakukan kunjungan kerja ke Laos dan bertemu Wamenlu Laos Anouparb Vongnorkeo. (Dok. Kemlu RI)
  • Wamenlu Anis Matta kunjungi Laos untuk memperkuat hubungan bilateral dan membahas tantangan kawasan bersama Wakil Menlu Laos, termasuk rencana reaktivasi mekanisme JCBC yang sempat tertunda.
  • Kedua negara sepakat memperluas kerja sama ekonomi, investasi, pariwisata, dan kebudayaan guna mendorong pertumbuhan serta mempererat hubungan antarmasyarakat menjelang 70 tahun diplomatik Indonesia–Laos pada 2027.
  • Anis juga bertemu pejabat keamanan dan organisasi masyarakat Laos untuk membahas stabilitas kawasan serta pentingnya dialog lintas agama sebagai upaya memperkuat toleransi dan kerja sama sosial.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
20 April 2026

Wamenlu RI Muhammad Anis Matta melakukan kunjungan kerja ke Vientiane, Laos. Ia bertemu dengan Wamenlu Laos Anouparb Vongnorkeo untuk membahas kerja sama bilateral dan tantangan kawasan.

21 April 2026

Kemlu RI menyampaikan bahwa dialog lintas agama menjadi salah satu topik dalam pertemuan Wamenlu Anis di Laos. Pertemuan juga mencakup pembahasan politik, keamanan, dan hubungan antarmasyarakat.

2027

Indonesia dan Laos menyiapkan peringatan 70 tahun hubungan diplomatik sebagai momentum memperkuat kerja sama di berbagai sektor.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Kunjungan kerja Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia ke Laos untuk membahas penguatan hubungan bilateral, kerja sama ekonomi, keamanan, serta koordinasi menghadapi tantangan kawasan Asia Tenggara.
  • Who?
    Wakil Menteri Luar Negeri RI Muhammad Anis Matta bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Laos Anouparb Vongnorkeo dan sejumlah pejabat tinggi Laos.
  • Where?
    Pertemuan berlangsung di Vientiane, ibu kota Laos, dengan agenda resmi di beberapa lokasi pemerintahan setempat.
  • When?
    Kegiatan dilaksanakan pada Senin, 20 April 2026, dan keterangan tambahan disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri RI pada Selasa, 21 April 2026.
  • Why?
    Kunjungan dilakukan untuk memperkuat hubungan diplomatik Indonesia–Laos menjelang peringatan 70 tahun hubungan kedua negara serta menindaklanjuti kerja sama regional dan ekonomi.
  • How?
    Anis Matta mengadakan serangkaian pertemuan bilateral yang mencakup pembahasan reaktivasi JCBC, rencana kunjungan Menlu Laos ke Jakarta, serta dialog lintas masyarakat dan isu keamanan kawasan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pak Anis pergi ke Laos buat ngobrol sama orang penting di sana. Mereka ngomong soal kerja bareng Indonesia dan Laos supaya makin akrab. Katanya nanti Menteri dari Laos mau datang ke Jakarta juga. Mereka mau kerja sama di ekonomi, wisata, dan budaya. Sekarang dua negara itu mau terus saling bantu dan jaga teman baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kunjungan Wakil Menteri Luar Negeri Muhammad Anis Matta ke Laos mencerminkan semangat positif dalam memperkuat kemitraan regional. Melalui pembahasan reaktivasi JCBC, peluang ekonomi, serta dialog lintas masyarakat dan agama, kedua negara menunjukkan komitmen untuk membangun hubungan yang lebih inklusif, produktif, dan berorientasi pada stabilitas serta saling pengertian di kawasan Asia Tenggara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Muhammad Anis Matta, melakukan kunjungan kerja ke Vientiane, Laos, pada Senin (20/4/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Laos di tengah dinamika kawasan Asia Tenggara.

Dalam agenda utama, Anis Matta bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri Laos, Anouparb Vongnorkeo. Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis, mulai dari kerja sama bilateral hingga koordinasi menghadapi tantangan regional.

Salah satu fokus pembahasan adalah rencana kunjungan Menteri Luar Negeri Laos ke Jakarta dalam waktu dekat. Selain itu, kedua negara juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali mekanisme Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) yang sempat tertunda.

Momentum peringatan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Laos pada 2027 turut menjadi perhatian. Kedua pihak melihat peringatan tersebut sebagai peluang untuk mendorong kerja sama yang lebih konkret di berbagai sektor.

1. Dorong reaktivasi JCBC dan agenda diplomatik

Wamenlu Anis Matta lakukan kunjungan kerja ke Laos dan bertemu Wamenlu Laos Anouparb Vongnorkeo. (Dok. Kemlu RI)

Dalam pertemuan bilateral, Indonesia dan Laos sepakat untuk menghidupkan kembali mekanisme JCBC sebagai platform utama kerja sama kedua negara. Mekanisme ini dinilai penting untuk memastikan kesinambungan dialog dan implementasi program kerja sama.

Selain itu, rencana kunjungan Menteri Luar Negeri Laos ke Indonesia menjadi salah satu agenda prioritas yang dibahas. Kunjungan tersebut diharapkan dapat memperkuat komunikasi tingkat tinggi antara kedua negara.

Pertemuan juga menekankan pentingnya memanfaatkan momentum 70 tahun hubungan diplomatik pada 2027. Perayaan tersebut dipandang sebagai kesempatan strategis untuk memperluas dan memperdalam hubungan bilateral.

Kedua pihak juga menyoroti perlunya koordinasi yang lebih erat dalam menghadapi dinamika regional. Hal ini mencerminkan komitmen bersama untuk menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara.

2. Perluas kerja sama ekonomi dan pariwisata

Selain isu diplomatik, pembahasan juga mencakup penguatan kerja sama di bidang ekonomi. Indonesia dan Laos melihat potensi peningkatan perdagangan dan investasi sebagai salah satu prioritas ke depan.

Sektor pariwisata turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Kedua negara sepakat bahwa peningkatan konektivitas dan promosi bersama dapat mendorong pertumbuhan sektor ini.

Kerja sama di bidang kebudayaan juga dibahas sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antarmasyarakat. Pertukaran budaya dinilai penting untuk memperkuat pemahaman dan kedekatan antara kedua negara.

Langkah-langkah ini menunjukkan hubungan Indonesia–Laos tidak hanya berfokus pada aspek politik, tetapi juga mencakup dimensi ekonomi dan sosial yang lebih luas.

3. Bahas keamanan dan dialog lintas masyarakat

Selama kunjungan, Wamenlu Anis juga mengadakan pertemuan dengan sejumlah pejabat penting Laos. Di antaranya Menteri Keamanan Publik Laos Letjen Vanthong Kongmany, Wakil Presiden Lao Front for National Development, serta Presiden Organisasi Islam Laos.

Pertemuan dengan Menteri Keamanan Publik membahas kerja sama di bidang politik dan keamanan. Hal ini mencerminkan perhatian kedua negara terhadap isu stabilitas dan keamanan kawasan.

Sementara itu, dialog dengan Lao Front for National Development dan Organisasi Islam Laos menyoroti pentingnya hubungan antarmasyarakat dan toleransi. “Dialog lintas agama menjadi salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan tersebut,” kata Kemlu RI dalam pernyataannya, Selasa (21/4/2026).

Rangkaian pertemuan berlangsung dalam suasana yang disebut hangat dan produktif. Hal ini menegaskan komitmen kedua negara untuk terus memperkuat kerja sama di berbagai bidang, baik di tingkat pemerintah maupun masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Wamenlu Anis didampingi oleh Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Vientiane Achmad Dahlan serta Direktur Asia Tenggara Kemlu RI Elizani T. X. Nadia Sumampouw.

Editorial Team