ilustrasi kelompok geng pelaku eksploitasi seksual (unsplash.com/MART PRODUCTION)
Salah satu gadis yang menjadi korban, Kelly (nama samaran), menceritakan bahwa dirinya dimanipulasi oleh sebuah geng untuk menjadi budak seks. Awalnya, Kelly bergabung dengan geng tersebut dan diminta untuk menjual narkoba ke oknum-oknum tertentu. Namun, seiring berjalannya waktu, ia malah dijadikan alat pemuas seksual untuk pelanggan narkoba. Ini dilakukan untuk membujuk pelanggan agar mau membeli narkoba dari Kelly dan gengnya.
"Aku tidak punya uang, merasa diabaikan, dan melihat kesempatan untuk merasa menjadi bagian dari sesuatu. Jadi, aku menjalin beberapa hubungan yang buruk. Tidak lama kemudian, aku (diminta) menjual narkoba di jalanan. Namun, itu berubah menjadi melakukan hubungan seks untuk menjaga agar orang-orang tetap berpihak jika kami berhutang kepada mereka atau (sebagai bujukan agar pelanggan) mau membeli narkoba dariku dan geng," kata Kelly.
"(Awalnya), aku tidak merasa dimanipulasi atau dieksploitasi. Aku tidak berpikir aku adalah korban. Aku membutuhkan waktu untuk menyadari bahwa aku telah dimanfaatkan dan dimanipulasi. Hal itu memberi tujuan hidupku untuk sementara waktu karena aku merasa dibutuhkan. Aku tidak merasakan hal itu di rumah. (Oleh karena itu), aku mencari sesuatu (di luar rumah) karena aku merasa kesepian dan bosan," lanjutnya.