Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kesepakatan Energi Hijau California-Inggris Dikritik Keras oleh Trump

Ilustrasi Donald Trump (commons.m.wikimedia.org/Gage Skidmore)
Ilustrasi Donald Trump (commons.m.wikimedia.org/Gage Skidmore)
Intinya sih...
  • Pemerintah Inggris dan negara bagian California resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kerja sama di bidang energi bersih.
  • Presiden Donald Trump menanggapi kesepakatan energi antara Inggris dan California dengan kritik tajam, menyebut langkah diplomasi Inggris tersebut sebagai keputusan keliru yang merugikan.
  • Gubernur California, Gavin Newsom, memberikan tanggapan balik terhadap kritik tajam Presiden Donald Trump, menuduh bahwa kebijakan energi pemerintah federal saat ini justru mengorbankan masa depan AS demi kepentingan industri fosil.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Gubernur California, Gavin Newsom, dan Sekretaris Energi Inggris, Ed Miliband, resmi menandatangani kerja sama strategis energi bersih di London pada Senin (16/2/2026). Kesepakatan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi transatlantik dalam pengembangan teknologi rendah karbon, termasuk sektor angin lepas pantai dan pengelolaan emisi. Langkah tersebut dilakukan guna mendukung percepatan target netralitas karbon di kedua wilayah tersebut.

Namun, beberapa jam setelah peresmian, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, melontarkan kritik pedas dan menyebut kerja sama antara Inggris dengan pemerintah negara bagian California sebagai tindakan yang tidak pantas. Dalam sebuah wawancara media, Trump menyerang pribadi Gubernur Newsom dengan sebutan menghina serta menilai rekam jejak kebijakan lingkungan di negara bagian tersebut sebagai sebuah kegagalan besar.

1. California dan Inggris tanda tangani kesepakatan energi bersih

Ilustrasi energi terbarukan (vecteezy.com/kjtmphotonew777953)
Ilustrasi energi terbarukan (vecteezy.com/kjtmphotonew777953)

Pemerintah Inggris dan negara bagian California resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat kerja sama di bidang energi bersih, pada Senin (16/2/2026). Kesepakatan strategis ini memprioritaskan pengembangan inovasi pada sektor angin lepas pantai, hidrogen rendah karbon, serta teknologi penyimpanan energi berdurasi panjang. Melalui kemitraan ini, perusahaan teknologi Inggris, Octopus Energy, telah berkomitmen untuk mengucurkan investasi senilai hampir 1 miliar dolar AS (Rp16,8 triliun) guna mendukung proyek dekarbonisasi dan pemulihan ekosistem di California.

Dalam upacara penandatanganan di London, Gubernur Gavin Newsom menegaskan bahwa kepemimpinan California dalam ekonomi hijau merupakan model inovasi yang terbukti memberikan hasil nyata bagi dunia.

"California adalah tempat terbaik di Amerika untuk berinvestasi dalam ekonomi bersih karena kami menetapkan tujuan yang jelas. Hari ini, kami memperdalam kemitraan dengan Inggris dalam aksi iklim dan menyambut investasi hampir 1 miliar dolar AS (Rp16,8 triliun)," ujar Gubernur Gavin Newsom, dilansir ITV.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi kedua wilayah sebagai pemimpin global dalam transisi menuju energi berkelanjutan.

Sekretaris Energi Inggris, Ed Miliband, juga menekankan bahwa aliansi transatlantik ini memiliki peran vital dalam mengambil alih kendali energi nasional. Selain bertujuan untuk menurunkan beban tagihan energi warga, kerja sama ini diproyeksikan mampu menciptakan ribuan lapangan kerja baru di sektor teknologi tinggi.

2. Trump kecam keras kesepakatan energi California dan Inggris

Presiden Donald Trump mengadakan konferensi pers bersama Jaksa Agung Pam Bondi dan Wakil Jaksa Agung Todd Blanche di Ruang Konferensi Pers James S. Brady pada hari Jumat, 27 Juni 2025.
Presiden Donald Trump mengadakan konferensi pers bersama Jaksa Agung Pam Bondi dan Wakil Jaksa Agung Todd Blanche di Ruang Konferensi Pers James S. Brady pada hari Jumat, 27 Juni 2025. (commons.wikimedia.org/Foto resmi Gedung Putih oleh Abe McNatt)

Presiden Donald Trump menanggapi kesepakatan energi antara Inggris dan California dengan kritik tajam. Trump menilai langkah diplomasi Inggris tersebut sebagai keputusan keliru yang merugikan, karena bekerja sama dengan pemimpin yang dianggap gagal mengelola wilayahnya sendiri. Ia juga memperingatkan bahwa adopsi kebijakan lingkungan model California justru akan membawa dampak buruk bagi perekonomian serta kondisi sosial di Inggris.

Dalam pernyataan tersebut, Trump menggunakan retorika keras untuk mendiskreditkan kapabilitas Gubernur Gavin Newsom di hadapan sekutu internasional AS. Trump secara terbuka menyerang rekam jejak lingkungan Newsom yang dianggapnya bertolak belakang dengan agenda energi nasional pemerintah federal.

"Gavin adalah seorang pecundang. Semua yang disentuhnya berubah menjadi sampah, negara bagiannya telah hancur, dan pekerjaan lingkungannya adalah sebuah bencana," ujar Trump, dilansir Hindustan Times.

3. Newsom tuding kebijakan energi Trump untungkan China

ilustrasi energi alami (pixabay.com/PIRO4D)
ilustrasi energi alami (pixabay.com/PIRO4D)

Gubernur California, Gavin Newsom, memberikan tanggapan balik terhadap kritik tajam Presiden Donald Trump. Pihak Newsom menuduh bahwa kebijakan energi pemerintah federal saat ini justru mengorbankan masa depan AS demi kepentingan industri fosil. Juru bicara Newsom menyatakan bahwa penolakan Trump terhadap energi bersih hanya akan memperkuat dominasi ekonomi negara lain, seperti China, di pasar teknologi global. Meskipun mendapat tekanan dari Washington, California menegaskan komitmennya untuk tetap memimpin diplomasi iklim bersama mitra internasional demi stabilitas ekonomi jangka panjang.

Gubernur Newsom menyatakan bahwa dinamika politik yang dibawa pemerintah federal saat ini hanyalah fenomena sementara yang tidak akan mengubah arah transisi menuju energi hijau. Ia menganggap kebijakan yang memihak pada batu bara dan minyak bumi sebagai langkah mundur yang merugikan posisi daya saing Amerika di tingkat dunia.

"Donald Trump berlutut demi batu bara dan perusahaan minyak besar, menjual masa depan Amerika ke China. Gubernur Newsom akan terus memimpin dalam ketidakhadirannya," ungkap juru bicara Newsom, dilansir The Guardian.

Keyakinan California dalam melanjutkan kerja sama dengan Inggris didasarkan pada visi lingkungan yang dianggap lebih kredibel oleh para pemimpin dunia dibandingkan kebijakan federal yang terus berubah. California memastikan bahwa kemitraan strategis tersebut akan tetap berjalan sesuai rencana untuk memperkuat sektor ekonomi hijau.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in Business

See More

Purbaya Sebut Gugatan terhadap UU APBN 2026 Lemah, Tunggu Putusan MK

18 Feb 2026, 18:00 WIBBusiness