Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kuwait Tangkap 4 Anggota IRGC yang Menyusup ke Pulau Bubiyan
Ilustrasi Bendera Kuwait. (pixabay.com/jorono)
  • Pemerintah Kuwait menangkap empat pria diduga anggota IRGC yang menyusup ke Pulau Bubiyan lewat jalur laut, setelah terjadi baku tembak yang melukai seorang tentara Kuwait.
  • Iran membantah tuduhan infiltrasi dan menegaskan warganya hanya tersesat akibat gangguan navigasi, sambil menuntut pembebasan serta akses konsuler bagi para tahanan.
  • Pulau Bubiyan memiliki posisi strategis dekat jalur pelayaran utama dan proyek Pelabuhan Mubarak al-Kabeer, menjadikannya area sensitif bagi keamanan regional Teluk.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Kuwait, pada Selasa (12/5/2026), mengumumkan penangkapan empat pria yang dituduh sebagai anggota Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Keempatnya ditangkap usai diduga mencoba menyusup ke wilayah Pulau Bubiyan melalui jalur laut.

"Negara Kuwait memiliki hak penuh untuk mempertahankan diri sesuai Pasal 51 Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Kami juga berhak mengambil tindakan apa pun untuk mempertahankan kedaulatan serta melindungi penduduk," tegas Kementerian Luar Negeri Kuwait, dilansir The Jerusalem Post.

1. Pelaku masuk perairan Kuwait dengan perahu nelayan

ilustrasi perahu nelayan (unsplash.com/Knut Troim)

Penyusupan tersebut terjadi pada tanggal 1 Mei lalu. Baku tembak sempat pecah hingga melukai seorang anggota militer Kuwait yang sedang bertugas.

Kuwait berhasil menahan Kolonel Amir Hussein Abd Mohammed Zara'i, Kolonel Abdulsamad Yadallah Qanwati, Kapten Ahmed Jamshid Gholam Reza Zulfiqari, dan Letnan Satu Mohammed Hussein Sehrab Faroughi Rad. Dua orang lainnya, yakni Kapten Mansour Qambari dan kapten kapal Abdulali Kazem Siamari, berhasil meloloskan diri.

Kementerian Dalam Negeri Kuwait menyebut kelompok tersebut menyewa perahu nelayan khusus untuk melancarkan aksinya. Kuwait mengklaim para tersangka telah mengaku bahwa mereka ditugaskan oleh IRGC untuk melakukan aksi tersebut.

2. Iran bantah tuduhan infiltrasi

Ilustrasi bendera Iran. (unsplash.com/sina drakhshani)

Pemerintah Iran membantah tuduhan infiltrasi dan menyebutnya tidak berdasar. Anadolu Agency melansir, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa warganya sedang menjalankan patroli maritim rutin. Mereka disebut mengalami gangguan sistem navigasi sehingga tanpa sengaja masuk ke perairan Kuwait.

Iran menuntut pembebasan segera keempat warganya. Mereka meminta Kuwait segera memberikan akses konsuler bagi pegawai kedutaan Iran untuk menemui para tahanan.

Di sisi lain, pemerintah Kuwait merespons insiden ini dengan memanggil Duta Besar Iran, Mohammad Totonji. Wakil Menteri Luar Negeri Kuwait telah menyerahkan nota protes karena menganggap kejadian ini sebagai pelanggaran kedaulatan.

3. Bubiyan terletak di dekat jalur pelayaran strategis

ilustrasi kapal kargo (unsplash.com/Ian Taylor)

Pulau Bubiyan merupakan pulau terbesar milik Kuwait yang terletak di ujung utara perairan Teluk. Pulau yang sebagian besar tidak berpenghuni ini posisinya sangat dekat dengan perbatasan Irak.

Bubiyan memiliki nilai strategis karena berdekatan dengan jalur pelayaran utama laut dan ladang minyak. Area ini juga sedang menjadi lokasi proyek pembangunan Pelabuhan Mubarak al-Kabeer yang pengerjaannya dibantu oleh China.

Selain itu, pulau tersebut juga menampung berbagai instalasi sipil dan pangkalan militer besar. Insiden penyusupan ini dikhawatirkan akan semakin memanaskan ketegangan di semenanjung Teluk Arab.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team