Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Iran Serang Kapal Tanker Minyak Raksasa Kuwait di Dubai

Iran Serang Kapal Tanker Minyak Raksasa Kuwait di Dubai
ilustrasi kapal tanker minyak (unsplash.com/Scott Tobin)
Intinya Sih
  • Iran menyerang kapal tanker minyak Kuwait bernama Al Salmi di Pelabuhan Dubai menggunakan drone, menyebabkan kerusakan parah dan kebakaran besar meski tidak menimbulkan korban jiwa.
  • Serangan ini bagian dari rangkaian aksi Iran terhadap negara-negara Teluk sejak awal Maret 2026, dengan alasan membasmi pangkalan militer serta kantor diplomatik Amerika Serikat.
  • Negara-negara Teluk mendesak AS melanjutkan serangan ke Iran, sementara Oman dan Qatar memilih netral dan mendorong penyelesaian damai melalui perundingan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Iran dilaporkan telah menyerang kapal tanker minyak raksasa Kuwait yang sedang berlabuh di Pelabuhan Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), menggunakan drone. Serangan tersebut dilakukan pada Senin (30/3/2026).

Dalam pernyataannya, Kuwait Petroleum Corporation menjelaskan, kapal minyak yang diserang Iran bernama Al Salmi. Saat serangan terjadi, kapal tersebut masih bermuatan minyak dalam jumlah besar.

Menurut otoritas UEA di Dubai, sistem pertahanan udara sebetulnya sempat berupaya melumpuhkan drone yang ditembakkan Iran. Sayangnya, upaya itu gagal sehingga drone berhasil menghantam kapal minyak milik Kuwait. 

1. Tidak ada korban jiwa akibat serangan yang terjadi

Batu nisan di kuburan.
ilustrasi korban jiwa (pexels.com/Brett Sayles)

Kuwait Petroleum Corporation menambahkan, serangan yang dilakukan Iran membuat lambung kapal rusak parah. Selain itu, serangan tersebut juga menyebabkan kebakaran hebat di beberapa area kapal. 

Saat kebakaran terjadi, otoritas UEA di Dubai langsung sigap mengirim petugas pemadam kebakaran ke sekitar kapal. Ini dilakukan untuk segera memadamkan api agar tidak menyebar ke mana-mana. Sebab, kapal sedang membawa minyak sehingga ledakan dikhawatirkan terjadi.

Beruntungnya, tidak ada korban jiwa imbas serangan ini. Seluruh awak kapal yang berjumlah 24 orang juga dinyatakan dalam keadaan baik dan sudah diselamatkan oleh pihak berwenang.  

2. Iran sedang gencar melakukan serangan ke negara Teluk

Negara-negara Teluk.
potret negara-negara Teluk (pexels.com/Lara Jameson)

Serangan ke kapal minyak Kuwait ini merupakan upaya Iran untuk memperluas serangan ke negara-negara Teluk. Sebab, sejak awal Maret 2026 lalu, Iran mulai menyerang negara-negara Teluk.

Negara Teluk yang kerap diserang Iran adalah Kuwait, Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Qatar. Iran melakukan serangan karena ingin membasmi pangkalan militer AS yang ada di negara-negara tadi. Selain itu, serangan juga dilakukan untuk membasmi kantor kedutaan dan kantor konsuler AS yang ada di sana. 

Serangan Iran ini tentu menuai kecaman dari negara Teluk. Sebab, serangan dari negara mayoritas Islam Syiah tersebut telah menimbulkan banyak kerugian bagi mereka. 

3. Negara Teluk meminta AS untuk melanjutkan perang melawan Iran

Bendera Amerika Serikat sedang berkibar.
potret bendera Amerika Serikat (unsplash.com/Tim Mossholder)

Untuk membalas serangan Iran, negara-negara Teluk yang terdiri dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain mendesak Presiden AS, Donald Trump, untuk terus menyerang Iran. Desakan itu muncul karena negara Teluk ingin menjatuhkan pemerintahan Iran yang kini dipimpin Mojtaba Khamenei. 

Berbeda dengan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Bahrain, negara Teluk lainnya, yakni Oman dan Qatar memilih tetap bersikap netral. Menurut sumber anonim internal pemerintah Oman dan Qatar, mereka cenderung menyarankan agar AS dan Iran duduk bersama di meja perundingan untuk mengakhiri perang. 

Menurut Oman dan Qatar, cara damai akan lebih efektif dan efisien untuk mengakhiri perang ketimbang cara militer. Sebab, alih-alih menyelesaikan perang, cara-cara militer justru akan memperkeruh situasi sehingga perang jadi berlarut-larut. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More