Iran Serang Fasilitas Energi Kuwait, 2 Pembangkit Listrik Rusak

- Iran menyerang fasilitas energi Kuwait pada 4 April 2026, merusak dua pembangkit listrik dan fasilitas desalinasi air tanpa menimbulkan korban jiwa.
- Serangan ini melanjutkan rangkaian aksi Iran sebelumnya terhadap Kuwait, termasuk serangan drone ke kapal tanker minyak dan Bandara Internasional Kuwait pada akhir Maret.
- Sejak awal Maret 2026, Iran gencar menyerang negara-negara Teluk, memicu kecaman keras dari DK PBB karena dianggap mengancam perdamaian dan melanggar hukum internasional.
Jakarta, IDN Times - Iran dilaporkan menyerang salah satu fasilitas energi Kuwait, yakni pembangkit listrik, pada Sabtu (4/4/2026) malam waktu setempat. Menurut Kementerian Kelistrikan Kuwait, serangan ini membuat dua pembangkit listrik mengalami kerusakan yang cukup parah. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa imbas serangan ini.
Selain pembangkit listrik, Iran juga menyerang fasilitas vital milik Kuwait lainnya, yakni fasilitas desalinasi air, pada hari yang sama. Fasilitas ini berfungsi untuk menghilangkan kadar garam di dalam air laut agar bisa dijadikan air mineral yang bisa diminum oleh warga setempat.
1. Iran sudah beberapa kali menyerang Kuwait

Serangan Iran terhadap Kuwait ini bukan yang pertama kali. Sebab, negara mayoritas Islam Syiah tersebut sudah beberapa kali melancarkan serangan ke Kuwait. Pada 30 Maret lalu, misalnya, Iran menyerang kapal tanker minyak raksasa Kuwait yang sedang berlabuh di Pelabuhan Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), menggunakan drone.
Dalam pernyataannya, Kuwait Petroleum Corporation menjelaskan, kapal minyak yang diserang Iran bernama Al Salmi. Saat serangan terjadi, kapal tersebut masih bermuatan minyak dalam jumlah besar.
Menurut otoritas UEA di Dubai, drone yang ditembakkan Iran sebetulnya sempat ingin dilumpuhkan oleh sistem pertahanan udara. Sayangnya, upaya itu gagal sehingga drone berhasil menghantam kapal minyak milik Kuwait.
2. Iran sebelumnya juga menyerang bandara Kuwait

Sekitar lima hari sebelumnya, yakni pada 25 Maret, Iran juga dilaporkan menghantam sistem radar dan tempat penampungan bahan bakar di Bandara Internasional Kuwait menggunakan enam drone. Serangan tersebut menyebabkan kebakaran di sekitar lokasi kejadian. Beruntungnya, tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut.
Menurut keterangan pasukan militer Kuwait, mereka berhasil melumpuhkan enam drone sebelum menghantam bandara pada pagi hari. Sayangnya, beberapa drone berhasil menghantam tangki penyimpanan bahan bakar yang ada di bandara sehingga ledakan tidak bisa dihindari.
“Ledakan apa pun yang mungkin terdengar adalah hasil dari sistem pertahanan udara yang mencegat target musuh,” bunyi pernyataan resmi pasukan militer Kuwait yang dirilis di X, seperti dilansir The Guardian.
3. Iran mulai menyerang negara-negara Teluk sejak awal Maret

Sejak awal Maret 2026, Iran memang gencar menyerang negara-negara Teluk, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, dan Bahrain. Awalnya, serangan ditujukan ke markas militer AS yang ada di negara-negara tersebut. Sebab, Negeri Paman Sam juga menggunakan pangkalan militer di negara-negara Teluk untuk menyerang Iran.
Namun, dalam praktiknya, serangan Iran justru tidak hanya mengenai markas militer AS saja, tetapi juga mengenai fasilitas publik dan warga sipil yang ada di negara Teluk. Oleh karena itu, serangan Iran ke negara Teluk menuai kecaman dari banyak pihak, terutama dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB).
“Kami mengutuk keras serangan keji yang dilakukan oleh Republik Islam Iran terhadap negara-negara Teluk dan Yordania. Serangan tersebut merupakan pelanggaran hukum internasional dan ancaman serius terhadap perdamaian dan keamanan dunia," bunyi resolusi DK PBB, seperti dilansir Anadolu Agency.

















