Jakarta, IDN Times - Qatar mengalami kerugian besar usai ladang minyak dan gas (migas) Ras Laffan milik mereka diserang oleh Iran. Imbas serangan tersebut, Qatar kehilangan pendapatan tahunan sebesar 20 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp338 triliun. Selain itu, serangan tersebut juga membuat kapasitas ekspor gas alam (LNG) Qatar ke pasar global menurun 17 persen.
"Saya tidak pernah membayangkan dalam mimpi terliar saya sekalipun bahwa Qatar akan menjadi sasaran serangan seperti ini, terutama dari negara Muslim bersaudara di bulan Ramadan. Mereka (Iran) (telah) menyerang kami dengan cara seperti ini," kata CEO QatarEnergy sekaligus Menteri Energi Qatar, Saad Al-Kaabi, pada Kamis (19/3/2026), seperti dilansir CNA.
