Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Inggris Kirim Empat Jet Tempur ke Qatar

Inggris Kirim Empat Jet Tempur ke Qatar
RAF F-35 B (Defence Imagery, This file is licensed under the United Kingdom Open Government Licence v2.0. Atribusi: SAC Tim Laurence RAF/MOD, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Pemerintah Inggris mengirim empat jet tempur Typhoon tambahan ke Qatar untuk memperkuat operasi defensif di kawasan menyusul meningkatnya ketegangan setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran.
  • Serangan drone buatan Iran mengenai pangkalan RAF di Siprus menyebabkan kerusakan ringan tanpa korban jiwa, sementara Inggris memperkuat sistem pertahanan udara bersama pemerintah Siprus.
  • Perdana Menteri Keir Starmer menegaskan kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat tetap solid meski sempat dikritik Trump, serta memastikan perlindungan bagi warga Inggris di Timur Tengah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times – Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengumumkan pada Kamis (5/6/2026) bahwa pemerintahnya akan mengirim empat jet tempur Typhoon tambahan ke Qatar. Pesawat itu akan bergabung dengan skuadron yang sudah lebih dulu ditempatkan di negara Teluk tersebut untuk memperkuat kehadiran militer Inggris di kawasan.

Dalam konferensi pers, Starmer menjelaskan bahwa pengerahan tersebut bertujuan memperkuat operasi defensif Inggris di Qatar serta di seluruh wilayah sekitarnya.

Langkah ini diambil London setelah ketegangan di Timur Tengah meningkat menyusul serangan Amerika Serikat (AS) bersama Israel terhadap Iran. Situasi tersebut mendorong sejumlah negara memperkuat kesiapan militer di kawasan.

1. Inggris mengerahkan jet, helikopter, dan kapal perang

Kapal perusak Tipe 45 HMS Dragon milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris
Kapal perusak Tipe 45 HMS Dragon milik Angkatan Laut Kerajaan Inggris. (LA(Phot) Nicky Wilson, OGL v1.0, via Wikimedia Commons)

Dilansir Euro News, jet tempur Typhoon dan F-35B milik Inggris sudah menjalankan operasi di kawasan sejak konflik pecah. Sepanjang Januari dan Februari, pemerintah Inggris juga mengirim tambahan jet tempur, sistem rudal pertahanan udara, serta perangkat radar berteknologi tinggi.

Starmer juga menyampaikan bahwa dua helikopter Wildcat yang dilengkapi rudal Martlet akan segera ditempatkan di Siprus pada Jumat (6/6/2026). Rudal tersebut dirancang sebagai senjata khusus untuk menghadapi ancaman drone.

Ia sebelumnya sudah mengumumkan rencana pengerahan helikopter itu pada Selasa (3/6/2026) sebagai bagian dari operasi defensif Inggris di kawasan. Penempatan tersebut menjadi bagian dari langkah memperkuat sistem pertahanan di wilayah Timur Tengah.

Di sisi lain, Angkatan Laut Kerajaan Inggris menyiapkan kapal perusak Tipe 45 HMS Dragon. Kapal ini mampu meluncurkan delapan rudal dalam waktu kurang dari 10 detik dan mengendalikan hingga 16 rudal secara bersamaan.

Pejabat Inggris menyebut HMS Dragon dijadwalkan berlayar menuju kawasan tersebut pada pekan depan.

2. Serangan drone Iran mengenai pangkalan RAF di Siprus

Gedung Terminal 1 di pangkalan udara RAF Akrotiri. Di bagian depan terlihat para anggota pasukan cadangan Angkatan Laut.
Gedung Terminal 1 di pangkalan udara RAF Akrotiri. Di bagian depan terlihat para anggota pasukan cadangan Angkatan Laut. (Chase me ladies, I'm the Cavalry, CC BY-SA 3.0, via Wikimedia Commons)

Sebuah drone buatan Iran menyerang pangkalan Royal Air Force (RAF) di Akrotiri, Siprus. Satu drone menghantam hanggar sehingga menimbulkan kerusakan ringan, namun tidak ada korban jiwa.

Dua drone lain yang terdeteksi pada hari yang sama langsung ditembak jatuh oleh jet tempur Inggris. Demi alasan keamanan, keluarga para personel militer kemudian dipindahkan dari pangkalan tersebut.

Menteri Pertahanan Inggris John Healey kemudian melakukan kunjungan ke Siprus dan bertemu Menteri Pertahanan Siprus Vasilis Palmas. Pertemuan tersebut membahas upaya peningkatan sistem pertahanan udara. Healey menuliskan di X bahwa diskusi itu berkaitan dengan penguatan pertahanan udara Inggris untuk mendukung keamanan bersama kedua negara.

3. Inggris menegaskan kerja sama pertahanan dengan AS

Perdana Menteri Keir Starmer (©UK Parliament/Jessica Taylor, CC BY 3.0, via Wikimedia Commons)
Perdana Menteri Keir Starmer (©UK Parliament/Jessica Taylor, CC BY 3.0, via Wikimedia Commons)

Starmer menyatakan bahwa hubungan khusus antara Inggris dan AS tetap berjalan seperti biasa. Pernyataan itu muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengkritiknya secara terbuka.

Trump sebelumnya menilai Starmer bertanggung jawab karena sempat menolak penggunaan pangkalan Inggris untuk serangan terhadap Iran. Ia bahkan menyebut Starmer bukan Winston Churchill (ex PM Inggris saat Perang Dunia II).

Starmer menjelaskan bahwa Inggris memang pada awalnya tidak memberikan izin penggunaan pangkalan. Pemerintah Inggris kemudian memberikan izin terbatas di dua lokasi, yaitu Gloucestershire dan pangkalan gabungan Inggris-AS di Diego Garcia di Samudra Hindia, khusus untuk tujuan defensif setelah Iran menyerang negara tetangganya.

Ia juga menegaskan bahwa pangkalan Akrotiri tidak digunakan oleh pesawat tempur AS.

“Kami bekerja sama di wilayah tersebut, AS dan Inggris bekerja sama untuk melindungi baik AS maupun Inggris di pangkalan bersama, di mana kami berada bersama dan kami berbagi intelijen secara 24/7 seperti biasa,” kata Starmer, dikutip dari CNA.

Starmer juga menyampaikan bahwa pemerintah Inggris sedang membantu warganya yang terdampak konflik di kawasan. Lebih dari 4 ribu warga Inggris telah kembali dari Uni Emirat Arab menggunakan penerbangan komersial. Sekitar 140 ribu warga Inggris lainnya telah melaporkan keberadaan mereka di Timur Tengah karena banyak bandara di kawasan tersebut ditutup akibat perang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More