ilustrasi kumpul bareng teman, anak muda, Gen Z, hangout, sibuk main hp, lihat ponsel, scrolling medsos (magnific.com/lookstudio)
Doomscrolling merujuk pada kebiasaan terus-menerus mengonsumsi berbagai informasi melalui layar, terutama konten media sosial dan berita, meskipun aktivitas tersebut sudah gak lagi terasa menyenangkan atau bermanfaat. Dalam situasi seperti ini, kamu bisa berpindah dari satu konten ke konten lain tanpa memiliki tujuan yang jelas. Pemerintah Singapura melihat kebiasaan tersebut sebagai salah satu tantangan di tengah semakin banyaknya informasi yang tersedia dalam kehidupan sehari-hari.
Chief executive National Library Board Singapura, Melissa Tam, menjelaskan bahwa masyarakat sekarang hidup dalam kondisi dengan kelimpahan konten, informasi, dan stimulasi. Menurutnya, seseorang bisa dengan mudah menggulir ratusan judul berita, menonton video, atau memperoleh rangkuman mengenai hampir semua hal dalam waktu singkat. Karena itu, program tersebut mencoba mengajak masyarakat mengambil jeda melalui aktivitas membaca selama 15 menit. Kebiasaan tersebut dapat dilakukan dalam berbagai situasi, misalnya ketika berada di bus, saat makan siang, atau sebelum tidur.