Jakarta, IDN Times - Gelombang panas ekstrem kembali mengancam Benua Biru. Spanyol dan Prancis bersiap menghadapi heatwave baru yang diperkirakan membawa suhu hingga 44 derajat Celsius dalam beberapa hari ke depan, setelah cuaca ekstrem sepanjang Juni dikaitkan dengan lebih dari 2.000 kematian berlebih (excess deaths) di kedua negara.
Badan Meteorologi Spanyol (Aemet) memperingatkan massa udara yang sangat panas dan kering mulai menyelimuti sebagian besar wilayah negara itu sejak akhir pekan. Suhu di sejumlah kawasan tenggara diperkirakan mencapai 42 hingga 44 derajat Celsius pada Selasa mendatang.
Juru bicara Aemet, Rubén del Campo, mengatakan suhu akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan. “Suhu akan mulai meningkat selama akhir pekan dan kami tidak bisa mengesampingkan kemungkinan terjadinya gelombang panas lagi,” ujarnya, dilansir dari The Guardian, Jumat (3/7/2026).
Di saat yang sama, data sementara menunjukkan sekitar 1.000 orang meninggal di Spanyol dan sekitar 1.000 orang lainnya di Prancis, akibat dampak suhu ekstrem sepanjang Juni. Para ilmuwan menilai gelombang panas tersebut menjadi salah satu yang terparah yang pernah melanda Eropa Barat dan tidak mungkin terjadi tanpa dampak krisis iklim akibat penggunaan bahan bakar fosil.
