Jakarta, IDN Times - Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr, menyatakan bahwa negaranya kemungkinan besar akan ikut terdampak jika terjadi konflik bersenjata di Selat Taiwan. Hal tersebut ia sampaikan saat melakukan wawancara dengan media Jepang di Manila pada Senin (18/5/2026).
Marcos menjelaskan bahwa Filipina tidak memiliki pilihan untuk sepenuhnya terlepas dari imbas ketegangan tersebut. Alasannya, letak geografis Filipina sangat berdekatan dengan Taiwan, ditambah lagi ada ratusan ribu warga negara Filipina yang saat ini menetap dan bekerja di wilayah tersebut.
